cara pakai sunscreen yang benar

Jujur ya, Sahabat Cerita-ku… aku tuh dulu merasa sudah paling rajin pakai sunscreen. Tiap pagi nggak pernah skip, bahkan pas cuma keluar bentaran beli sarapan di ujung gang doang, aku tetap pakai.

Tapi eh tapi, kok aku merasa kulitku masih saja keliatan kusam, belang, dan flek kecil muncul satu-satu ya?

Plot twist-nya apa? Yups. Ternyata, cara pakai sunscreen yang kulakukan salah. Wadidau nggak tuh.

Asal kalian tahu saja nih. Aku akhirnya tahu kalau sunscreen itu nggak cukup “rajin” doang. Kalian juga harus pakai dengan cara yang benar.

Mulai dari jumlahnya, jangan pelit-pelit, sampai timing yang suka kebalik. Harusnya sebelum kena matahari, eh malah kupakai pas sudah di luar rumah. Jangan ya, Sahabat Cerita-ku! Jangan pernah kalian lakukan itu!

Dan aku yakin, ini bukan cuma aku doang sih? Kubilangin ya, mau skincare kalian mahal, atau step-nya seabrek kayak orang Korea sana. Kalau pakai sunscreen asal-asalan… ya siap-siap kulit kalian bakalan protes.

Sejak aku benerin cara pakai tabir surya, dengan jumlah yang sesuai, nunggu nge-set dulu sebelum makeup, dan rajin re-apply, kulitku jadi jauh lebih “tenang”.

Nggak gampang kusam, makeup juga lebih awet, dan yang paling penting, aku merasa lagi benar-benar merawat kulit. Bukan cuma ikut tren.

Jadi, kalau kalian masih merasa tabir suryanya “nggak ngefek”, bisa jadi bukan produknya yang salah. Tapi, caranya yang perlu kalian benerin sedikit.

Saranku, kalian baca artikelku ini deh. Biar makin paham gimana cara pakai tabir surya yang benar dan bikin kulit kalian terlindungi dengan optimal.

Sunscreen Sudah Kupakai, Tapi Kok Rasanya Nggak Ngefek ya?

Kalian sudah tahu ‘kan kalau sunscreen jadi salah satu basic skincare?

Ibaratnya, sunscreen itu kayak payung. Emang sih kalian bawa payung, tapi kalau dibukanya cuma setengah, ya tetap kehujanan dong. Iya nggak?

Nah, aku dulu pakai sunscreen juga gitu. Ada kok tabir surya di wajahku, tapi jumlahnya dikit, waktunya suka salah, dan sering lupa kuulang.

Hasilnya, kulitku tetap aja drama. Bukan karena sunscreennya jelek, tapi karena perlindungannya nggak full.

Padahal, kalau kupakai dengan benar, manfaat tabir surya tuh nyata banget, kayak kulit lebih terjaga, nggak gampang kusam, flek lebih terkontrol, dan penuaan dini bisa diperlambat.

Jadi, kalau boleh kubilang, sunscreen itu bukan sekadar “kupakai biar nggak punya dosa skincare”, tapi kupakai supaya kulit benar-benar aman.

Intinya, kalau sunscreen kalian terasa nggak ngefek, jangan langsung nyalahin produknya dulu ya, Sahabat Cerita-ku!

Soalnya, bisa jadi dia sudah berusaha, tapi, dasar kitanya saja yang kurang niat pakainya.

Waktu yang Tepat Pakai Sunscreen

tetap pakai sunscreen meski hanya berada dalam ruangan
Meski beraktivitas di dalam ruangan harus tetap pakai sunscreen

Dulu, aku sering keburu-buru pakai sunscreen. Gimana nggak gitu?

Aku bangunnya telat, skincare sudah pasti secepat kilat, terus sunscreen kupakai pas sudah mau melangkah keluar rumah. Bahkan kadang-kadang, kupakai setelah wajah sudah mulai keringetan.

Aku sih mikirnya, ya udahlah ya. Yang penting mah pakai tabir surya ketimbang nggak. Dan ternyata, aku salah kaprah.

Sunscreen itu maunya kupakai 15–20 menit sebelum kena matahari, biar dia sempat “nempel cantik” dan siap jadi tameng kulit.

Kalau kupakainya pas sudah di luar, itu sama saja kayak aku baru buka payung setelah kehujanan. Ya tetap basahlah. Gila aja. Hehehe…

Dan satu lagi yang kalian harus tahu, kalian tetap harus pakai sunscreen, meskipun:

  • cuaca lagi mendung,
  • kalian lebih banyak berada dalam ruangan,
  • cuma duduk dekat jendela sambil scroll-scroll gadget atau nonton drama.

Soalnya sinar UV tuh licik. Dia nggak selalu terasa panas menyengat, tapi yakinlah, efeknya diam-diam menyerang kulit.

Sejak aku disiplin pakai sunscreen dari rumah dan nggak nunggu matahari terik dulu, kulitku jauh lebih kalem.

Nggak gampang kusam, nggak rewel, dan rasanya kayak… oh, akhirnya aku benar-benar melindungi kulitku gitu deh.

Urutan Pakai Skincare dan Sunscreen

Tahu nggak sih? Aku tuh pernah ada di fase overthinking soal skincare. Kayak, sunscreen tuh mau kupakai sebelum moisturizer atau setelah serum ya? Atau kucampur aja kali ya biar praktis?

Sampai akhirnya aku sadar, urutan skincare itu nggak ribet kok. Justru, makin sederhana, makin aman buat kulitku. Urutannya gini ya, Sahabat Ceritaku:

  • cuci muka dulu biar bersih,
  • lanjut toner atau essence (kalau basic skincare, bagian ini bisa di-skip),
  • pakai serum andalan (ini juga nggak masalah di-skip di penggunaan basic skincare),
  • kunci dengan moisturizer,
  • baru deh pakai sunscreen.
Baca juga:

Cara Pakai Sunscreen yang Benar

Siapa nih yang tipenya habis pakai tabir surya langsung gas makeup-an? Yang penting cepet, nggak perduli tabir suryanya sudah rata apa belum.

Ternyata, nope. Kalian salah ya.

Sunscreen itu maunya diperlakukan dengan lembut. Dioles pelan-pelan, diratakan manja, bukan digosok kasar kayak lagi nyuci noda bandel. Anggap aja dia lagi cari posisi nyaman di kulit kalian gitulah.

Setelah rata, diamkan sebentar. Jangan langsung kalian timpa cushion atau foundation! Kasih waktu dia buat nge-set dulu, biar lapisan pelindungnya benar-benar kebentuk.

Jangan Pelit soal Takaran Sunscreen, Sahabat Cerita-ku!

Jujurly, dulu aku tuh tipe yang kalau pakai sunscreen pinginnya irit. Kok gitu?

Aku takut banget, entar tabir suryanya lengket, terlalu putih sampai kayak abu-abu, atau malah kelihatan dempul. Aku merasa itu bukan aku banget.

Hasilnya, ya sudah aku makenya sedikit, ratain tipis-tipis, dan merasa kulitku sudah aman dari paparan sinar UV yang berbahaya.

Nggak usah ketawa deh. Aku sudah tobat dari kelakukan itu lho. Beneran, nggak bohong.

Aku sudah paham kalau pakai tabir surya yang terlalu sedikit itu kayak pakai jaket tapi cuma nutupin satu bahu. Meski itu keren untuk event tertentu, jelas bukan pilihan buat perlindungan.

Yes, I know it! Terus, takaran pakai sunscreen yang bener seberapa dong?

Biar gampang, pakai aturan paling simple aja. Dua jari penuh sunscreen untuk wajah dan leher. Bukan dua ruas jari ya. Tapi, beneran dua jari penuh kayak yang banyak dicontohin sama para beauty influencer.

Aku tahu kok. Emang kelihatannya banyak banget. Tapi, justru itu jumlah yang bikin SPF di sunscreen kalian benar-benar bekerja sesuai yang dijanjikan di kemasan. Ngerti ‘kan maksudku?

Dan please ya Sahabat Cerita-ku! Aku tahu, betapa wajah itu penting banget buat cewek. Tapi, jangan fokus di wajah doang ya!

Ada area-area yang sering banget kita lupakan pas pakai tabir surya. Padahal area-area ini juga ikut kena matahari, di antaranya:

  • leher (yang sering bikin belang),
  • telinga,
  • garis rahang,
  • belakang tangan.

Sekarang ini, kalau soal sunscreen, aku mikirnya lebih baik kebanyakan dikit daripada kurang banget. Kuharap kalian juga begitu ya!

Kalau kalian tanya soal rekomendasi sunscreen wajah, aku sebenarnya sudah menulis dua artikelnya. Coba deh kalian baca! Siapa tahu ada yang cocok dengan kalian ‘kan. Ini dia artikelnya:

Meski Capek, Tapi Re-Apply Tabir Surya Itu Wajib

harus reapply sunscreen
Wajib re-apply sunscreen

Siapa nih yang masih mikir kalau pakai tabir surya cukup pagi doang? Nggak boleh. Kalian udah nggak boleh berpikir kayak gini lagi ya, Sahabat Cerita-ku!

Anggap aja sunscreen kayak makeup. Setelah beberapa jam, keringatan, kena sentuhan tangan, kena gesek masker, yakin perlindungannya masih ada?

Ya elah. Lipstik kalian aja kalau nggak pake yang mate juga bakalan lenyap pas habis makan. Iya dong?

Tabir surya juga kurang lebih samalah. Butuh touch up kayak lipstik kalian. Hehehe…

Jadi, walaupun pagi kalian sudah rajin pakai, siangnya kulit bisa balik “telanjang” tanpa kita sadari.

Makanya sunscreen idealnya di-reapply setiap 2–3 jam, apalagi kalau kalian punya beberapa kondisi, sebagai berikut:

  • banyak aktivitas di luar,
  • gampang keringetan,
  • sering pegang-pegang wajah tanpa sadar.

Aku tahu, re-apply itu kelihatan ribet, bikin capek, apalagi kalau sudah full makeup seharian. Tapi, kalian nggak usah panik dulu deh!

Sekarang ‘kan sudah banyak banget pilihan yang memudahkan kita, termasuk pilihan sunscreen untuk kulit sensitif.

Kalian bisa tuh pakai sunscreen spray. Yakin nggak akan bikin makeup geser meski sesenti.

Atau biar gampang buat touch up, pilih dah tuh sunscreen powder. Aku jamin bakalan menolong banget pas pingin benerin makeup.

Intinya, re-apply itu bukan ekstra effort buat sok rajin. Tapi, emang bagian penting dari pakai sunscreen yang benar ya, Sahabat Cerita-ku.

Baca juga:

Sunscreen Physical vs Chemical, Mana yang Lebih Baik?

Kalau pertanyaan itu aku lempar ke kalian, mau pilih yang mana? Atau, jangan-jangan masih ada yang belum tahu beda dari keduanya.

Oke. Aku analogikan begini deh.

Physical sunscreen itu kayak payung. Dia duduk manis di atas kulit dan langsung memantulkan sinar matahari. Makanya tipe ini sering terasa lebih tebal, tapi biasanya lebih adem dan ramah, khususnya buat kalian yang cari sunscreen untuk kulit sensitif.

Nah, kalau chemical sunscreen, dia lebih kayak jas hujan tipis. Ringan, gampang menyatu ke kulit, dan nyaman banget buat daily wear. Biasanya tipe ini favorit buat yang nggak suka rasa berat atau white cast.

Pertanyaannya, mana yang paling bagus? Aku nggak bisa berikan jawaban yang pasti. Tapi, aku cuma bisa bilang pilih yang bikin kalian betah pakai setiap hari.

Mau physical atau chemical, dua-duanya sama-sama kerja melindungi kulit.

Percuma ‘kan kalau memilih sunscreen yang katanya paling bagus, tapi kalian males pakainya karena nggak nyaman. Ingat! Pakai sunscreen kudu setiap hari. Bahkan saat kalian cuma berdiam diri di rumah doang.

Jadi, jangan pusing pilih kubu! Dengarkan saja kebutuhan kulit. Semisal, dia adem, tenang, dan nggak rewel, berarti kalian sudah nemu sunscreen yang tepat. That’s simple.

Cara Memilih SPF yang Benar

Kandungan yang bertugas untuk perlindungan kulit tuh ‘kan SPF ya. Dulu, aku mikirnya semakin tinggi SPF-nya, maka kulit akan semakin aman terlindungi.

Ternyata eh ternyata, konsepnya nggak begitu.

Urusan perlindungan kulit sebenarnya bukan tentang nilai SPF yang paling tinggi. Tapi, yang paling sesuai untuk kebutuhan kulit dan aktivitas sehari-hari.

Makanya, cara memilih SPF yang benar adalah cek dulu aktivitas kalian!

Semisal, kalian lebih banyak aktivitas dalam ruangan, atau kalaupun harus keluar cuma bentaran doang, maka SPF 30 sudah cukup banget.

Tapi, kalau kalian sering panas-panasan, naik motor siang bolong, atau aktivitas outdoor lainnya. Baru deh tuh SPF 50 jadi pilihan yang lebih aman.

Cara Pakai Sunscreen yang Benar Itu Soal Konsistensi, Bukan Gengsi

Kalau aku mau tarik garis besar dari semua curhat kita hari ini, satu hal yang aku pelajari (dengan penuh penyesalan) adalah cara pakai sunscreen yang benar itu jauh lebih penting daripada sekadar punya sunscreen mahal.

Mulai dari tahu kapan pakainya, paham urutan pakai skincare dan sunscreen, nggak pelit soal takaran, rajin re-apply, sampai mengerti sunscreen physical vs chemical, termasuk cara memilih SPF yang benar, semuanya saling nyambung.

Nggak ada satupun yang bisa kulewatin kalau mau kulit benar-benar terlindungi secara maksimal.

Lagian ya, sunscreen atau tabir surya itu bukan produk pelengkap biar skincare kelihatan niat. Dia adalah tameng utama untuk kulit kita.

Kalau kupakai dengan benar, manfaat tabir surya tuh kerasa banget. Kulit lebih kalem, nggak gampang kusam, flek lebih terkontrol, dan penuaan dini bisa diperlambat pelan-pelan.

Jadi intinya, bukan soal ikut-ikutan cari sunscreen terbaik versi internet, tapi cari sunscreen yang cocok, nyaman, dan bikin kalian mau pakai setiap hari tanpa drama ya, Sahabat Cerita-ku.

Soalnya, skincare itu bukan lomba, tapi komitmen kecil yang efeknya panjang banget.

Kulit ‘kan sudah capek tuh menghadapi matahari, polusi, dan hidup yang nggak selalu ramah. Masa iya, kita masih pelit kasih perlindungan? Iya nggak?

Btw, aku mau menulis tentang kesalahan umum saat memakan sunscreen. Apa kalian mau baca?

Baca juga: