Ticker

6/recent/ticker-posts

Cewek Belum Menikah Setelah Mapan? Cek Beberapa Alasan Ini!

Belum menikah bisa menjadi satu momok mengerikan bagi sebagian orang. Apalagi ketika kamu sudah berusia 25 tahun ke atas. Ditambah kamu berada di lingkungan desa, dimana anak cewek baru lulus SD saja sudah menikah.


Belum Menikah Karena
Alasan Wanita Belum Menikah Meski Sudah Mapan
Sumber:https://www.freepik.com/free-photo/positive-woman-having-break-from-city-noise_7121010.htm

Nggak perduli kamu sudah mapan atau belum. Pasti ada saja pertanyaan mengenai kapan dirimu akan menikah. Atau kamu mau mencari jodoh yang seperti apa lagi? Kenapa nggak menerima pinangan si itu saja? Dia 'kan anak baik.

Sementara si "dia" yang katanya anak baik ternyata pernah menikah dan meninggalkan istri juga anak. Lalu mereka berasumsi bahwa mungkin saja dia akan berubah jika bersamamu.

Ah sudahlah. Mungkin mereka belum khatam mengenai pembahasan jodoh sudah ada yang mengatur. Padahal, kalau saja mereka mau mengerti. Selalu ada tanya yang memenuhi pemikiran kita.

Kenapa Cewek Belum Menikah?

Ada beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab kita belum menikah. Bisa jadi karena kita nggak menyadarinya. Atau mungkin karena kita nggak mempunyai jalan keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi.

Apa saja alasannya?

1. Belum Menikah Karena Nggak Percaya Pernikahan

Kita mengetahui bahwa pernikahan nggak selalu membawa kebahagiaan. Ada beberapa pernikahan yang ternyata membawa pengaruh buruk bagi kehidupan seseorang. Dan itu menyakitkan.

Parahnya lagi, kita pernah mengenal seorang yang mengalami pernikahan semacam itu.

Hal itu mungkin membuat kita nggak mempercayai ikatan suci pernikahan. Hingga mengabaikan bahwa pernikahan bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain.

2. Kamu Menunggu Seorang yang Tepat

Ketika kita merasa hidup kita sudah sangat baik. Sehingga kita menginginkan seorang yang sepadan dan layak untuk menjadi pendamping.

Hal ini merupakan hal yang sangat wajar. Toh kita harus memilih pendamping yang baik.

Namun, kita perlu memastikan kembali apakah pemikiran kita bukanlah pemikiran yang terlalu congkak. Merasa diri paling baik dan menganggap remeh orang lain.

Ingat, Geng! Nggak ada yang sempurna di dunia ini. Nggak juga kehidupanmu. Kalian pernah dengar di atas langit masih ada langit. Cemiau.

3. Kamu Terlalu Sibuk


Belum Menikah Karena Sibuk
Belum Menikah Karena Sibuk
Sumber:https://www.freepik.com/photos/book

Ada yang namanya istilah wanita karir 'kan? Iya, wanita yang sibuk bekerja. Katanya untuk membahagiakan kedua orang tua.

Kadang, kesibukan kita malah membuat kita nggak memikirkan pernikahan. Hingga nggak terasa waktu sudah melesat jauh. Kita sudah mapan dan belum menikah.

Tapi eh tapi, coba deh cek lagi. Apakah benar kesibukan yang menjadi alasan utamanya? Jangan-jangan itu hanya alasan klise yang menutupi alasan sebenarnya! Lanjut...

4. Kamu Takut Diselingkuhi

Saat ini sudah banyak cerita mengenai pernikahan yang kandas karena adanya perebut laki orang (pelakor) dan perebut bini orang (pebinor). Apalagi hampir semua tema sinetron ikan terbang nggak jauh-jauh dari tema itu. Sampai-sampai kita menghapal soundtrack lagu yang melatarbelakanginya.

Hal ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa kita belum menikah. Karena merasa takut diselingkuhi.

Nggak sedikit lho suami yang meninggalkan istrinya karena wanita lain. Padahal si istri sudah menemani dirinya dari masa kelam hingga masa jaya. Tapi, semua kenangan itu seolah menghilang setelah bertemu wanita lain.

Kejadian itu nggak melulu ada di sinetron lho. Kadang ada hal serupa yang terjadi di sekitar kita.

5. Terlalu Percaya Diri

Percaya diri merupakan sikap yang bagus. Namun, jika terlalu percaya diri maka mungkin saja para pria malah enggan mendekati kita. Ada kemungkinan mereka merasa minder.

6. Terlalu Mencintai Kesendirian

Ada yang bilang bahwa sendiri nggak selalu berarti sepi. Kita bisa merasa bahagia dengan kesendirian. Hingga membawa orang lain ke dalam hidup kita menjadi sebuah perkara yang sulit.

Orang seperti ini kadang menginginkan seorang pendamping dalam menjalani hidupnya. Tapi kita selalu terbentur dengan perasaan bahwa memiliki pendamping mungkin akan mengubah kehidupan yang sudah sangat nyaman untuk kita sendiri.

Otomatis mengecek diri sendiri. Benarkah? Tapi kok kayaknya nggak juga. Mungkin ada alasan lain. Hehehe...

7. Merasa Nggak Siap

Terakhir tapi bisa menjadi alasan utama adalah karena kita merasa nggak siap. Atau belum. Jadi, sekali pun ada yang datang melamar kita akan langsung merasa defensif. Berusaha semampu kita untuk menolak.

Jadi, Dear. Ada alasan mengapa kamu belum menikah di usia yang cukup dan kehidupan yang mapan.



Post a Comment

15 Comments

  1. tapi emmang ga bisa dipungkiri bahwa histori atau pengalaman itu membuat kita berpikir dua kali untuk menjalin suatu hubungan. Sebelum aku menikah dengan suamiku juga awalnya kami sama sama ga mau pacaran karena sama sama patah hati dengan ubungan-hubungan sebelumnya. Tapi sekarang kami sudah menikah dan dikaruniai satu anak :)

    ReplyDelete
  2. terlepas dari semua itu memang semuanya takdir dari Allah SWT akan ada waktu yang pas

    ReplyDelete
  3. Bener banget, paling sering karna sibuk banget mengejar karir jadi lupa nikah

    ReplyDelete
  4. Walau ditulis dari sudut pandang cewek, poin-poinnya tetap relate dari sisi cowok :) Sebagai cowok yang berada di posisi yang sama, aku juga ada kekhawatiran jika nanti pasangan tak setia, atau aku tak cukup lihai membahagiakan pasangan sesuai standar/espektasinya.

    Makanya memang, menunggu seseorang yang tepat itu penting. Better late than regret :)

    ReplyDelete
  5. Saya ada beberapa teman yang belum menikah sampai sekarang. Alasannya dia ada trauma. Memang sedih sih rasanya. Tapi ya itulah kita tidak bisa menempatkan diri kita di orang lain kan :)

    ReplyDelete
  6. Mbak Yuni artikelnya top banget dahhh..
    Saya yg hampir digadang senasib sama Ibu saya yg menikah diusia 'matang' karena asyik bekerja rupanya jodohnya datang lebih cepat 4tahun dan terpatahkanlah sudah yg katanya senasib sama Ibu.
    Tapi bener banget sih mbak, poin-poin yg disampaikan mbak Yuni. Hampir semuanya adalah yg saya rasakan.
    Sukses buat mbak Yuni, salam kenal ^^

    ReplyDelete
  7. Kamu tau nggak dulu kenapa aku nikahnya agak lambat (lambat versi orang desa)?

    Soalnya..

    ..aku gak tahan berdiri berjam-jam harus tersenyum sambil menyalami ratusan tamu dan mengucapkan terima kasih sambil pake make up segebok dan rambut disanggul padahal gak dikasih makan..

    Perlu stamina yang kuat untuk bisa mengerjakan itu semua, jadi menikah itu memang harus siap, wkwkwk..

    ReplyDelete
  8. Hhhaa saya baru kali ini mendengar perebut bini orang (pebinor), emang perselingkungan yang ketahuan selalu identik ke laki-laki ya (pelakor). Tapi kadang menunggu seorang yang tepat sesuai diri kita sendiri memang agak sulit, mungkin ujungnya lebih ke saling melengkapi satu sama lain..

    ReplyDelete
  9. Banyak sih temen2 aku yg usianya di atas 30, udah mapan tapi belum menikah

    Kalau aku bilang, ya belum ketemu jodohnya

    Tapi sejatinya kita gak benar2 tahu bagaimana mereka. Mungkin belum nemu yg cocok. Mungkin ada sifat dari si laki yg gak bisa ditoleransi... dan menurut aku itu gapapa. Selama dia gak merepotkan orang lain atau sambat terus

    ReplyDelete
  10. Banyak alasan untuk belum menikah. Tapi saya percaya semua hanya perkara waktu. Karena sudah beberapa kali saya berteman dengan gadis-gadis belum menikah, akhirnya menikah juga. Entah mendadak dikhitbah, atau tiba-tiba sebar undangan.

    Laki-laki baik untuk perempuan baik. Jadi semua hanya menanti waktu saja :)
    Fajarwalker.com

    ReplyDelete
  11. kalau di negara maju malahan kayaknya perempuan mikir banget buat nikah karena ya bisa mengekang diri mereka. tapi yang namanya jodoh kita nggak tahu ya kapan sampainya. aku dulu sempat kepikiran malah jangan-jangan ditakdirkan melajang karena sampai umur 30 nggak ada hilal bakal nikah. ternyata nggak lama aku malah ketemu jodohku yang sekarang

    ReplyDelete
  12. Kemarin ketemu sama anak yg sedang berada dalam fase quarter life crisis, dia berpikir mgkn menikah jd jalan keluar dr kehidupannnya.

    Padahal tentu saja tidak.

    Dia terbebani karna dia blm bekerja. Omelan di luar terlalu menghantuinya.

    Pernikahan pdhl bukanlah arena balapan yaa. Jika memang sudah saatnya, pasti datang jg.

    ReplyDelete
  13. Aku ini no 7,ga siap. Banyak takut ya. Tapi semoga aja bisa lebih mempersiapkan diri ya. Aamiin.

    ReplyDelete
  14. Kalo kata orang si, kita ga bisa memilih anak untuk dilahirkan, tapi kita maso bisa memilih bapak yg tepat untuk anak2 kita nanti..ini kadang yg banyak buat cewe2 melakukan seleksi

    ReplyDelete
  15. Jadi kepikiran juga untuk membuat versi cowonya. Hahaha. Sebagai lelaki aku pun merasakan beberapa hal-hal di atas. Tapi mungkin "batas" laki-laki lebih lama (30 tahun) kan ya? Masih ada beberapa tahun lagi sebelum buat tulisan seperti ini.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya, jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda.