Ticker

6/recent/ticker-posts

Advertisement

Kue Nagasari dan Seberkas Kenangan Masa Kecilku

Cara Membuat Kue Nagasari – Mari kita bernostalgia pada masa lalu. Bukan tentang ceritamu dan dia yang sudah usai ya. Tapi tentang kenangan masa kecil yang berkesan. Nggak perlu yang wow sih. Cukup yang membuatmu teringat hingga kini. Ada nggak?

Aku percaya kalian pasti punya kan kenangan yang seperti itu. Kenangan yang diam-diam membuatmu nyengir sendirian kala mengingatnya. Atau bisa jadi malah membuatmu geram dan jengkel hingga ingin menonjok orang. Hmm….

Kalau aku, punya seberkas kenangan masa kecil. Kok aku masih ingat saja? Yah, meski sekedar bayangan samar-samar, aku bisa mengingatnya hingga kini. See, aku hebat dalam mengingat sesuatu. Makanya, aku nggak akan mudah melupakan siapa orang yang melukaiku. Tapi, aku bisa berdamai dengan mereka dan memaafkan. Hehehe….

Aku ngoceh apaan sih? Yuk, simak cerita masa kecilku di sini!

Kenangan Masa Kecilku di Dekat Batas Khatulistiwa

Dulu, orang tuaku bertemu di tempat perantauan. Mereka berdua sama-sama merantau di dekat batas khatulistiwa. Pulau Kalimantan. Sampit, tepatnya. Karena itu, aku dan adikku lahir dan tumbuh di sana. Hingga sebagian besar masa kecil, kuhabiskan di Pulau yang rencananya akan menjadi pengganti ibu kota itu.

Samar kuingat, postur tubuhku yang tambun, putih dengan mata sipit. Kata mereka, aku mirip dengan anak-anak keturunan Cina. Makanya banyak karyawan perusahaan tempat kedua orang tuaku bekerja menjadi suka menggendongku kemana pun. Duh please, jangan bandingkan pas gedhenya ya. Yes, I know. Aku item, agak dekil sekarang mah. Hehehe….

Saat bermain, aku mengingat emakku sering membawakanku bekal. Beberapa jajanan pasar berbungkus daun pisang yang emak masukkan dalam plastik hitam kecil. Jajanan yang nggak pernah lupa kubagikan pada teman-temanku. Aku suka sekali memakan bagian putihnya saja. Lalu membuang isinya yang berupa buah pisang itu bersama dengan bungkusnya.

Lantas, apa sih yang menarik?

Bukan cerita menarik sebenarnya. Cukup menyedihkan malah. Karena kue itu, aku kehilangan kalungku. Bahkan saat pulang bermain, aku diomelin emakku. Sampai dipukul juga rasanya. Yah, bayangkan saja! Kalung yang kuhilangkan itu adalah kalung emas, Gaes. Bocah umur 3 atau 5 tahun udah dipakein kalung emas.

Apakah kalung itu hilang?

Nggak, Gaes. Kalung itu ada yang mengambil. Aku lupa siapa persisnya. Emakku bilang, aku hanya berucap, “Kon meneng-meneng, Mak. (Disuruh diam-diam saja, Mak)” Namanya juga anak-anak. Namun samar kuingat, orang itu mengiming-imingi kue favoritku. Kami bahkan membuatnya bersama. Duh, polosnya aku.

Mungkin hal ini memberikan efek traumatis padaku. Sampai-sampai aku nggak mau dibelikan perhiasan lagi hingga kini.

Ini gila sih. Kue favorit ditukar dengan kalung emas, coy. Kalau sekarang mah, asal nggak kena hipnotis, siapa yang bakal setuju dengan barter semacam itu. Hahaha….

Kue Favorit itu Bernama Kue Nagasari

Mungkin kalian bertanya-tanya, apa nama kue favorit itu sebenarnya? Sampai aku mau-mau saja memberikan kalungku sebagai gantinya. Bahkan sampai menuruti permintaannya untuk nggak melaporkan pada emakku.


Cara Membuat Kue Nagasari


Kue favorit itu bernama kue nagasari. Iya. Kue yang isinya buah pisang dan dibungkus dengan daun pisang. Kue yang berasal dari dua kata. Naga, seekor binatang yang melegenda di Cina yang melambangkan kejayaan, keberhasilan, juga kehormatan. Dan sari, isi utama dari suatu benda. Sehingga seharusnya kue itu adalah melambangkan suatu benda yang terhormat.

Sayangnya, kue favorit itu menyimpan seberkas kenangan yang kurang asyik bagiku. Meski, aku masih menyukai jajanan pasar itu hingga kini. Hehehe….

Cara Membuat Kue Nagasari ala Ibu Zahrah

Ya sudah sih, lupakan saja kenangan yang nggak asyik. Sekarang coba kita menyimak informasi cara membuat kue nagasari ala ibu zahrah. Meski beliau bukan koki terkenal kayak Chef Renata, tapi jelas beliau adalah koki terhebat di keluarga. Iya dong, anak mana sih yang nggak tergila-gila dengan masakan emaknya.

Jadi, ada beberapa langkah membuat kue nagasari. Aku membaginya dalam dua tahapan kegiatan, diantaranya:

  1. Menyiapkan bahan yang diperlukan untuk membuat kue nagasari.
  2. Melakukan step by step untuk membuat kuenya.

Tenang, Gaes! Aku akan menjelaskannya secara lengkap. Siapa tahu saja kalian ingin membuat kue basah khas jajanan pasar ini. Atau sebagai pelengkap untuk bingkisan saat ada kenduri di rumah kalian gitu.

1. Persiapan Bahan yang Diperlukan untuk Membuat Kue Nagasari

Sebenarnya, aku nggak terlalu memahami bagaimana takaran bahan-bahan untuk membuat kue nagasari. Kalian bisa menyesuaikannya dengan selera masing-masing ya. Adapun bahan yang harus disediakan adalah sebagai berikut:

  1. Daun pisang untuk membungkus kue.
  2. Pisang kapok 3 buah. Kalian bisa menggunakan pisang raja atau apapun yang disukai ya, Gaes. Kalian bisa memotong-motongnya terlebih dahulu sebagai isian nantinya.
  3. Santan 500 ml.
  4. Gula 3 sdm dan garam ½ sdt.
  5. Daun pandan 1 lembar. Jangan lupa untuk mengikat daun pandannya ya, Geng.
  6. Tepung beras 130 gram.
  7. Tepung tapioca 50 gram.

Sebagai catatan, untuk menyamakan persepsi saja nih. Sdm adalah takaran sendok makan yang biasa ya. Sedangkan sdt adalah takaran sendok teh. Biasanya, ukuran sendoknya kecil.

2. Langkah Membuat Kue Nagasari

Selanjutnya adalah langkah membuat kue nagasari ala ibu Zahrah alias Ratu di Bani Saniro, diantaranya:

  1. Mencampurkan santan, gula, garam, daun pandan dan tepung-tepungannya.
  2. Memasak dengan api sedang hingga adonan mengental. Kira-kira sama dengan kita membuat bubur sumsum gitu deh.
  3. Setelah mengental, kita bisa mematikan api dan mendiamkan adonan hingga dingin.
  4. Baru kemudian membungkus adonan dan menambahkan pisang yang telah dipotong-potong sebagai isian dengan daun pisang.
  5. Mengukus kue-kue yang telah dibungkus selama 40 menit.
  6. Setelah itu, baru kita menyajikannya dalam keadaan hangat.

Terus bagaimana kalau nggak ada daun pisang? Atau bisa nggak isiannya diganti bahannya?

Bisa dong, Gaes. Kue nagasari isi pisang itu adalah resep aslinya sejak jaman dulu. Kalau sekarang, kita bisa mengganti isinya kok. Ada yang suka nangka ya diganti dengan buah nangka. Ada yang suka keju bisa ditambah dengan keju. Begitulah.

Terus, kalau nggak ada daun pisang. Kita bisa mencetaknya dalam Loyang brownies yang telah dialasi dengan plastik lho.

Gimana, Gaes? Mudah saja kan cara membuat kue nagasari? Kalian mau mencobanya? Silahkan saja. Semoga bermanfaat.

Artikel ini dibuat untuk memenuhi tantangan Pasukan Blogger Joeragan Artikel bulan (Mei) 2021, tema “Resep Masakan”

Post a Comment

7 Comments

  1. dari kecil udah dijajanin jajanan pasar kayak gini dan nagasari ini salah satu favorit aku juga mbak
    cuman sekarang pas gede gini malah seringnya dimakan lapisan tepungnya aja, apalagi kalau pas dapet pisang yang alot mba

    ReplyDelete
  2. Haha gedenya masih cantik kok tp lebih mirip ke korea utara sktang hihi...

    Wah kenangannya pernah makan kue yang mahal yah hihi...

    Btw kok namanya kue nagasari? Dr bentuknya gak ada bentuk naganya sama sekali hihihi...
    Penasaran pengen nyobain rasanya kue yg mahal itu hihi

    ReplyDelete
  3. Nyesek amat itu sih. Kalung emas ditukar dengan jajan pasar favorit. Btw...kalau sekarang pisangnya dimakan juga kan ya...Membuatnya benernya mudah saja ya. Tapi daun pisangnya itu lho, bibi Sayur ga selalu bawa...

    ReplyDelete
  4. ya ampun, kalung ditukar sama nagasari..nyesek bacanya, tapi namanya anak kecil kan belum ngerti
    ini favorit di rumah nagasari....biasa pesen tetangga. Wah, ada resepnya, ga harus pakai daun pisang sih ya..oke deh bisa dicoba

    ReplyDelete
  5. Kue nagasari, kuliner salah satunkesukaan semenjak kecil hingga sekarang ini

    ReplyDelete
  6. Salah satu kue jajanan pasar favorite aku juga ini.. Ibuku kadang suka bikin juga. Btw kenangan masa kecilnya bikin nyesek pengen mukul tuh orang.. Kok tega ya

    ReplyDelete
  7. Serem juga ya, mbak. Memang seharusnya anak kecil jangan dikasih perhiasan emas dulu ya.

    Saya juga suka kue nagasari, tapi selalu beli dan belum pernah bikin. Makasih resepnya ya, mbak :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya, jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda.