Gimana cara mengatur uang jajan anak seringkali menjadi hal yang membingungkan bagi orang tua. Banyak orang tua kesulitan menentukan jumlah uang yang harus diberikan kepada anak sebagai uang saku. Apalagi bagi pasangan suami istri yang baru memiliki anak pertama, biasanya ragu apakah uang yang mereka berikan terlalu sedikit atau justru terlalu banyak dan membuat si kecil boros.

Uang jajan anak perlu dimasukan dalam alokasi keuangan keluarga. Supaya pemberian uang jajan kepada anak sesuai dengan kondisi finansial keluarga, tentunya orang tua harus bisa mengelola keuangan secara bijak. Untuk memudahkan dalam mengatur keuangan, kita perlu membuka tabungan online. Kita juga bisa menyediakan tabungan khusus untuk mengajarkan anak mengumpulkan dan menyimpan uangnya.

Memberikan uang saku kepada anak bukan semata memfasilitasi mereka untuk jajan. Pemberian uang jajan bisa menjadi sarana untuk mengajarkan nilai uang kepada anak dan cara menggunakannya secara bijak. Lantas bagaimana cara mengatur uang jajan anak yang ideal?

Tips Mengatur Uang Jajan Anak


Tips Mengatur Uang Jajan Anak


Meski terkesan sederhana, menentukan uang jajan untuk anak sekolah memang gampang-gampang susah. Jumlah uang saku yang kita berikan kepada anak juga bisa berbeda-beda di tiap keluarga karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Namun pada dasarnya tips mengatur uang jajan bagi anak sebenarnya berlaku sama bagi semua keluarga. Berikut ini beberapa cara mengatur uang jajan anak secara ideal:

1. Berikan Uang Jajan Sesuai Usia

Pemberian uang jajan kepada anak juga menjadi cara untuk mengenalkan konsep uang. Banyak orang tua di Indonesia yang masih menganggap tabu pembicaraan uang dengan anak. Padahal sebaiknya anak-anak dikenalkan dengan uang sejak dini, tentunya dengan menyampaikan pemahaman sesuai usianya.

Namun faktor usia tetap harus kita pertimbangkan dalam memberikan uang jajan kepada anak. Orang tua harus menyadari apakah anaknya sudah siap atau belum untuk diberi tanggung jawab mengelola uang jajannya.

Sebelum memberikan uang jajan, sebaiknya kita memperkenalkan konsep uang kepada anak secara perlahan. Kita bisa memulainya dengan menjelaskan fungsi atau kegunaan uang, dari mana uang berasal dan pentingnya menabung.

Menurut pakar keuangan, idealnya anak sudah bisa diberi uang jajan saat berusia sekitar 8-9 tahun. Di usia tersebut anak sudah memiliki pemikiran yang matang dalam berhitung dan menentukan apa yang mereka inginkan. Sebelum memasuki usia tersebut, anak-anak bisa kita biasakan untuk membawa bekal makanan dari rumah.

2. Berikan Uang Jajan Sesuai Kebutuhan

Sebenarnya tidak ada ketentuan baku mengenai besaran uang jajan yang harus kita berikan kepada anak. Sebab masing-masing anak mempunyai kebutuhan yang berbeda dan tiap keluarga memiliki kemampuan finansial yang juga berbeda. Untuk bisa menentukan uang jajan yang ideal bagi anak, kita perlu mengetahui apa saja kebutuhan anak.

Dalam hal ini, orang tua harus memperhitungkannya secara cermat dan bijak. Dalam melihat kebutuhan anak, kita bisa memulainya dari pengeluaran untuk jajan di kantin sekolah dan uang transportasi apabila ada. Jangan ragu untuk melakukan survei secara langsung terkait harga makanan dan minuman di kantin sekolah.

Anak-anak juga memiliki kebutuhan yang berbeda saat berada di jenjang SD, SMP dan SMA. Besaran uang jajan yang dibutuhkan anak akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, orang tua harus selalu berkomunikasi secara terbuka untuk menanyakan kebutuhan anak.

3. Buat Kesepakatan Pemberian Uang Jajan Kepada Anak

Saat memberikan uang jajan, jangan menjadikan anak sebagai objek pasif yang hanya menerima pemberian kita. Ajak anak untuk berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama mengenai besaran uang jajannya. Kesepakatan ini perlu dibicarakan sejak awal supaya anak siap untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam menggunakan jatah uangnya.

Kita bisa mulai membuat kesepakatan dengan anak dari menentukan jumlah uang jajan yang kita berikan dalam satu hari. Selain itu, kita juga bisa memberikan uang jajan dilebihkan sedikit supaya anak belajar mengelola uang tambahan yang mereka miliki, bisa dimasukkan ke tabungan atau untuk bersedekah.

4. Perhatikan Kebutuhan Tambahan Anak

Akan ada masanya di mana anak membutuhkan uang jajan yang lebih banyak dari biasanya. Seringkali anak mempunyai keinginan yang membuatnya meminta uang jajan tambahan.

Jika situasi ini terjadi, maka kita harus membuat kesepakatan terpisah. Pertama, kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah permintaan anak harus dituruti atau tidak.

Dalam pemberian uang jajan tambahan, kita bisa memberlakukan syarat kepada anak. Misalnya dengan memberikan syarat tertentu saat akan memperbolehkan anak mendapat uang jajan tambahan. Syaratnya bisa apa saja, contohnya ketika si kecil berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik atau membantu kita mengurus pekerjaan rumah.

Namun jangan biasakan memberikan iming-iming uang jajan agar si kecil mau melaksanakan tugasnya. Sebab kebiasaan ini bisa membuat anak akan sedikit-sedikit meminta reward pada setiap kegiatan yang mereka lakukan.

5. Menentukan Frekuensi Pemberian Uang Jajan

Frekuensi pemberian uang jajan juga harus kita perhatikan. Namun menentukan frekuensi pemberian jatah uang kepada anak juga harus kita sesuaikan dengan karakter sang buah hati. Kita bisa melihat bagaimana kebiasaan atau pola mereka dalam menggunakan uangnya.

Apabila anak kita masih kesulitan mengelola uang, maka sebaiknya kita memberikan uang jajannya setiap hari. Jika kemampuan mengelola keuangannya sudah mulai baik, kita bisa meningkatkan frekuensi pemberian uang jajan menjadi per minggu atau per bulan.

6. Mengajarkan Anak Mengatur Keuangan


Mengajarkan Anak Mengatur Keuangan


Tips terakhir yang tak boleh kita lewatkan adalah mengajarkan anak mengatur keuangannya. Si kecil mungkin masih kesulitan dalam mengelola uangnya. Oleh karena itu, kita perlu menanamkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak dan cerdas kepada anak.

Kita bisa mengajarkan pada anak untuk mengatur keuangannya dengan memberitahu anak apa yang perlu mereka beli dan berapa uang yang harus mereka keluarkan. Selain itu, kita juga bisa mengarahkan berapa jumlah uang yang harus ditabung. Jelaskan juga mengapa ada barang yang boleh dan tidak boleh mereka beli.

Gunakan Rekening Online Agar Memudahkan Pengelolaan Keuangan

Semoga sejumlah tips di atas bisa menjadi pencerahan atau referensi bagi para orang tua untuk mengatur uang jajan anak secara ideal. Uang jajan anak memang menjadi salah satu alokasi keuangan yang wajib kita pikirkan dalam finansial keluarga. Pastikan pemberian uang saku disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kemampuan keuangan ya.

Supaya finansial keluarga tidak kacau atau terganggu, kita harus bisa mengelola keuangan secara bijak. Salah satu caranya dengan membuka tabungan online. Ada banyak keunggulan tabungan online yang akan memudahkan kita dalam mengelola keuangan keluarga. Salah satu tabungan online terbaik yang bisa kita pilih adalah PermataME.

PermataME adalah tabungan online yang disediakan oleh PermataBank. Pembukaan rekening bisa kita lakukan secara online menggunakan aplikasi mobile banking PermataMobile X yang bisa kita unduh di Play Store dan App Store. Syarat buka tabungan online ini juga cukup sederhana.

Informasi lebih lengkap mengenai tabungan online PermataME dan prosedur pembuatannya bisa Anda cek di sini.