Bisnis Digital: Pengertian dan Contohnya Di Indonesia

Yuni Bint Saniro – Saat ini, bisnis digital menjadi sebuah tren positif. Perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadi penunjang yang sangat baik. Nggak heran kalau ini menjadi salah satu materi kuliah yang harus mahasiswa pelajari.

Oleh karena itu, setiap pemilik usaha harus segera beradaptasi demi menemukan peluang baru untuk pertumbuhan bisnisnya. Agar nggak tergerus oleh pendatang baru yang lebih mahir di bidang teknologi.


Bisnis Digital
Sumber: www.pexels.com/id-id/@ekaterina-bolovtsova


Apa itu Bisnis Digital?

Bisnis digital merupakan sebuah proses bisnis yang mana pelaku usaha memanfaatkan teknologi dalam bisnisnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan (user experience).

Mentri Perdagangan (Mendag) mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital akan tumbuh sebanyak delapan kali lipat. Yaitu Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun. Ini adalah angka yang sangat fantastic, dimana e-commerce memerankan peranan yang sangat besar, yaitu 34% atau sama dengan Rp 1.900 triliun.

Contoh Bisnis Digital Di Indonesia

Ada beberapa contoh bisnis berbasis teknologi di Indonesia, sebagai berikut:

1. Berjualan di E-commerce atau Marketplace

Pertama adalah berjualan di e-commerce atau marketplace. Kita bisa berjualan apa saja di sana, mulai dari produk rumah tangga hingga fashion. Apa sih perbedaan antara e-commerce atau marketplace?

E-commerce merupakan media penyebaran, penjualan, pembelian, serta pemasaran barang atau jasa yang mengandalkan sistem elektronik. Ini bisa berupa internet, TV, atau jaringan teknologi lainnya.

Sedangkan marketplace merupakan platform yang memiliki tugas sebagai perantara bertemunya penjual dan pembeli dalam proses transaksi produk secara online. Contohnya Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli dan lain sebagainya.

Ada beberapa kemudahan dalam sistem marketplace, yaitu metode pembayaran, estimasi pengiriman, pemilihan produk sesuai kategori, dan fitur yang lainnya.

Cara Mengisi Waktu Luang

2. Bisnis Afiliasi


Bisnis Afiliasi
Sumber: www.pexels.com/id-id/@punchbrandstock


Bisnis digital kedua adalah afiliasi atau kegiatan memasarkan produk milik pihak lain dengan imbalan berupa komisi. Caranya pun sangat mudah.

Kita hanya perlu mendaftar pada program afiliasi. Nantinya kita akan mendapatkan tautan khusus yang akan kita promosikan. Apabila ada pelanggan yang melakukan transaksi dari tautan tersebut, maka kita akan mendapatkan komisi.

3. Konsultan Digital Marketing

Selanjutnya ada konsultan digital marketing. Seorang profesional dalam bidang pemasaran online. Profesi ini akan mempelajari model bisnis perusahaan kita kemudian mempertimbangkan potensi pasar yang ada.

Mereka juga akan membuat strategi pemasaran yang cocok untuk produk yang kita miliki. Sehingga kita bisa mencapai tujuan yang kita miliki.

4. YouTuber & Podcaster

Kita cenderung lebih menyukai hiburan berupa audio atau audio visual ketimbang membaca novel. Makanya, menjadi seorang youtuber atau podcaster mempunyai peluang sukses yang cukup besar.

Siapapun bisa menjadi youtuber atau podcaster. Asal memiliki smartphone, kita bisa merekam konten dan mempublikasikannya melalui kanal yang kita miliki di Youtube atau platform podcast.

Kuncinya adalah konsisten dalam membagikan konten yang menarik dan bermanfaat untuk banyak orang.

5. Pembuatan Website, Microsite, dan Landing Page

Pada era digital seperti saat ini, website profesional bisa menjadi perlengkapan penting bagi pemilik usaha. Mengapa? Karena website juga dapat bermanfaat sebagai alat pemasaran, toko online, portofolio, dan media komunikasi. Ini bisa meningkatkan brand pemilik usaha.

6. Pembuatan Aplikasi Mobile

Kayaknya, kita nggak bisa terpisahkan dari smartphone. Bangun tidur kadang yang kita cari pertama kali adalah ponsel. Mengecek media sosial, berita terkini dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pemasaran akan semakin mudah saat pemilik usaha memiliki aplikasi untuk memasarkan produknya. Sehingga, pembuatan aplikasi mobile akan sangat dibutuhkan.

Well, memulai bisnis digital bisa kita lakukan dari salah satu contoh di atas. Kita bisa memilih sesuai dengan kemampuan yang kita miliki atau bisnis yang memiliki resiko paling sedikit. Bisa menjadi affiliate marketer misalnya. Nggak perlu memiliki produk, nggak usah ribet urusan pengiriman dan lain-lain. Tapi kita bisa mendapatkan komisi.

Serba-serbi Profesi Data Analyst

Yuni Bint Saniro

Blogger wanita yang menyukai dunia menulis sejak SMA. Saat ini masih pemula. Tapi tidak masalah. Kelak ada masanya menjadi profesional. Semangat.

1 Comments

Terima kasih atas kunjungannya, jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda.

  1. sekarang cara pemasaran sebagian besar sudah beralih ke digital, begitu juga dengan kantor aku mbak. Dulu sebelum covid, biasanya sales door to door atau canvasing, sekarang juga diperbanyak dengan upload di sosial media

    ReplyDelete
Post a Comment
Previous Post Next Post