![]() |
| energi terbarukan (sumber foto dibuat dengan gemini) |
Perubahan cara industri menjalankan kegiatan usaha semakin berkaitan dengan perhatian terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan. Dalam kerangka tersebut, energi terbarukan menjadi salah satu bagian penting karena dapat mendukung kebutuhan listrik sekaligus membantu perusahaan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional.
Bagi Indonesia, pengembangan sektor ini juga membuka peluang untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru. TBS melihat peluang tersebut dengan mengembangkan proyek pembangkit listrik ramah lingkungan sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Memahami Hubungan Energi dan ESG
ESG merupakan pendekatan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam menjalankan bisnis. Ketiga aspek tersebut dapat diterapkan melalui berbagai keputusan perusahaan, termasuk ketika menentukan sumber energi yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional.
Penggunaan sumber energi yang lebih bersih dapat memperkuat aspek lingkungan. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada pengurangan dampak terhadap alam. Proyek energi juga dapat menciptakan lapangan kerja, membangun infrastruktur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan. Karena itu, investasi pada sektor energi dapat memiliki hubungan dengan beberapa aspek keberlanjutan secara sekaligus.
Langkah TBS dalam Transformasi Bisnis
TBS secara strategis memperluas kehadirannya di sektor energi terbarukan yang bersih melalui sejumlah proyek pembangkit. Salah satunya adalah PLTM Sumberjaya di Lampung yang dikembangkan melalui PT Adimitra Energi Hidro. Pembangkit dengan kapasitas 6 MW tersebut telah mencapai tahap operasi komersial pada Januari 2025 dan memberikan pasokan listrik bagi wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Proyek tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan pembangkit dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas. Selain menyediakan listrik, proyek tenaga air TBS turut memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, peningkatan akses listrik, serta pelestarian lingkungan di sekitar wilayah pengembangan.
Dampak bagi Lingkungan dan Masyarakat
Pendekatan berbasis ESG tidak hanya menilai hasil bisnis berdasarkan nilai ekonomi. Dampak terhadap lingkungan dan masyarakat juga menjadi perhatian yang penting. Dalam pengembangan proyek energi, manfaat tersebut dapat muncul melalui beberapa aspek berikut:
- Pemanfaatan sumber daya alam untuk menghasilkan listrik secara lebih berkelanjutan.
- Pengurangan dampak lingkungan yang berkaitan dengan penggunaan sumber energi tertentu.
- Penciptaan lapangan kerja dalam proses pembangunan dan pengoperasian pembangkit.
- Peningkatan infrastruktur yang dapat mendukung aktivitas masyarakat di sekitar proyek.
- Pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang berkaitan dengan teknologi energi bersih.
TBS juga mengembangkan PLTS Terapung Tembesi di Batam dengan kapasitas 46 MWp. Proyek tersebut telah mencapai financial closing pada 2024 dan ditargetkan beroperasi secara komersial penuh serta terhubung dengan jaringan listrik nasional pada 2026. Pengembangan proyek ini diarahkan untuk memberikan dampak sosial, termasuk penciptaan lapangan kerja hijau, peningkatan kualitas udara lokal, serta pengurangan emisi karbon.
Membuka Peluang Pertumbuhan Berkelanjutan
Bagi dunia industri, penerapan prinsip ESG dapat menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi perubahan kebutuhan bisnis. Perusahaan tidak hanya dituntut menjaga kinerja ekonomi, tetapi juga semakin perlu memperhatikan dampak dari setiap kegiatan yang dilakukan. Dalam konteks tersebut, pengembangan ekosistem energi yang lebih bersih dapat membantu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan usaha dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Bagi Kamu, perkembangan proyek TBS juga dapat menjadi gambaran mengenai bagaimana transformasi bisnis dilakukan secara bertahap. Pengembangan tenaga air di Lampung dan tenaga surya di Batam memperlihatkan upaya TBS dalam memperluas portofolio energi sekaligus menciptakan manfaat bagi wilayah sekitar. Langkah tersebut sejalan dengan arah TBS untuk mendukung transisi menuju energi bersih di Asia melalui solusi yang memberikan dampak terukur.
Menyusun Arah Industri yang Lebih Bertanggung Jawab
Perubahan menuju energi yang lebih bersih membutuhkan proses panjang dan perencanaan yang matang. Dunia industri perlu melihat kebutuhan energi bukan hanya dari sisi ketersediaan, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat. Perspektif tersebut membuat keputusan investasi energi menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Ketika prinsip ESG semakin melekat dalam arah perkembangan industri, energi terbarukan akan memiliki peran yang semakin strategis dalam membentuk kegiatan usaha yang lebih bertanggung jawab. Perjalanan TBS melalui pengembangan proyek pembangkit bersih menjadi salah satu contoh bahwa transformasi tersebut dapat diwujudkan melalui investasi, inovasi, serta pengelolaan sumber daya yang mempertimbangkan kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan secara bersamaan.


0 Komentar
Terima kasih atas kunjungannya, jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda.