Mengenal Surat Izin Praktek Apoteker dan Syarat Pengajuannya

Beberapa kali, aku harus membelikan obat untuk mama ke apotek dekat rumah. Kupikir akan lebih baik bila aku punya apotek sendiri.

Awalnya, aku berpikir membuka apotek bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak harus punya apoteker dulu. Sayangnya, aku kurang benar.

Meski pemilik apotek tidak harus seorang apoteker. Sayangnya, kalau kita mau membuka apotek di Indonesia, kita harus punya keterlibatan dengan seorang apoteker yang sudah memiliki SIPA.

Apa itu Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA)? Kita bisa cari tahu bersama dalam artikel ini! Pastikan Teman-teman membaca artikelnya sampai habis ya! Semoga tidak membuat kalian bosan.

Mengenal Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA)

mengenal surat izin praktek apoteker

Kebetulan aku agak mengenal apoteker di tempat biasa aku membeli obat mama. Makanya, aku punya sedikit akses buat berbincang dengannya.

Meski tidak banyak yang bisa kupahami. Setidaknya, aku sudah menanyakan beberapa hal tentang profesi apoteker, termasuk surat izinnya dan bagaimana syarat pengajuan izin tersebut.

Aku juga memahami bahwa apoteker punya basic pendidikan Farmasi. Di mana ada semacam komunitas bernama Pafi Murung Raya, tempat berkumpulnya para Ahli Farmasi di Indonesia.

Jadi, apa itu SIPA?

SIPA adalah surat izin yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setempat, yang memberikan wewenang kepada seorang apoteker untuk menjalankan praktik kefarmasian di tempat tertentu, seperti apotek, rumah sakit, klinik, atau industri farmasi.

Membahas ini, aku tentu saja berpikir bahwa keberadaan SIPA menjadi hal yang penting. Bukan hanya sekedar seorang yang sudah lulus dari Ilmu Farmasi saja. Dan temanku membenarkan hal tersebut.

Terus, apa sih pentingnya SIPA?

Pentingnya SIPA

SIPA adalah bukti legalitas dan kompetensi seorang apoteker untuk menjalankan praktik kefarmasian.

Dengan memiliki SIPA, apoteker bisa memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang berlaku.

SIPA juga merupakan syarat penting untuk menjalankan praktik di berbagai institusi kesehatan dan industri farmasi.

Kemudian, aku berpikir bahwa saat aku ingin membuka apotek, maka setidaknya aku harus punya partner seorang apoteker. Lagi-lagi temanku mengiyakan hal tersebut.

Syarat Pengajuan Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA)

syarat pengajuan SIPA

Informasi ini kutanyakan khusus untuk Teman-teman Ahli Farmasi yang mau menekuni bidang apoteker. Kata temanku ada beberapa syarat pengajuan SIPA, berupa syarat administratif dan kompetensi.

Apa saja sih syarat pengajuan Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA)?

1. Pendidikan dan Sertifikasi

Soal pendidikan sudah jelas ya! Kita harus sudah lulus bidang Ilmu Farmasi. Hal ini bisa kita tunjukkan dengan Ijazah Sarjana Farmasi dari Universitas yang diakui.

Begitu menyelesaikan studi di Ilmu Farmasi, Teman-teman juga harus menyelesaikan program profesi apoteker ya! Dengan begitu, kalian akan mendapatkan sertifikat kompetensi apoteker yang sah.

2. Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA)

Kalau Ahli Farmasi punya Pafi Murung Raya dengan website pafimurungraya.org, maka apoteker juga ada Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Bila Teman-teman ingin mengajukan SIPA, maka kalian juga harus terdaftar di IAI. Hal ini bisa kita tunjukkan dengan Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) yang masih berlaku.

3. Surat Keterangan Sehat

Persyaratan administrasi pengajuan SIPA lainnya adalah surat keterangan sehat dari dokter. Dalam artian, calon apoteker harus berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.

4. Pas Foto Terbaru dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Persyaratan administrasi terasa kurang lengkap tanpa pas foto terbaru dan kartu tanda pengenal (KTP) ya. Sekalipun kita mengajukannya lewat online, tetap saja, kita masih harus menyiapkannya.

Kita perlu menyiapkan pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang merah. Biasanya berukuran 4x6 cm.

Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan fotokopi atau scan KTP yang masih berlaku.

5. Surat Rekomendasi dari Organisasi Profesi

Dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), kita tidak hanya membutuhkan STRA saja lho. Ada syarat administrasi pengajuan SIPA yang kita butuhkan dari IAI yaitu surat rekomendasi.

Surat rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa kita sebagai calon apoteker adalah anggota yang baik dan berkompeten.

6. Surat Pernyataan Tempat Praktik

Persyaratan administrasi untuk mengajukan SIPA yang tidak kalah penting adalah surat pernyataan dari institusi atau tempat praktik.

Dalam surat tersebut menyatakan bahwa kita sebagai calon apoteker akan menjalankan praktik di tempat mereka.

Kesimpulan

Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) memastikan bahwa apoteker tersebut telah terdaftar dan memenuhi kualifikasi yang diperlukan. Sehingga bisa memberikan pelayanan kefarmasian yang aman dan berkualitas.

Mengurus SIPA merupakan langkah penting bagi setiap apoteker yang ingin menjalankan praktik secara legal dan profesional.

Dengan memahami syarat dan prosedur pengajuan SIPA, proses ini bisa kita lakukan dengan lebih mudah dan efisien.

Jadi, pastikan untuk selalu memperbarui SIPA sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar bisa terus memberikan pelayanan kefarmasian yang terbaik.

Selanjutnya, coba cari tahu bagaimana cara mengurus SIPA online! Aku menuliskannya dalam artikel terpisah.

Yuni Bint Saniro

Blogger wanita yang menyukai dunia menulis sejak SMA. Saat ini masih pemula. Tapi tidak masalah. Kelak ada masanya menjadi profesional. Semangat.

Terima kasih atas kunjungannya, jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Artikel Terbaru di Yuni Bint Saniro