Yuni Bint Saniro - Saat menjadi staff di salah satu perusahaan swasta, aku berada di zona nyaman. Maksudku, aku mendapat penghasilan tetap setiap bulan. Meski begitu, aku masih berusaha mencari penghasilan sampingan dengan berjualan online. Tentu aku harus bisa kelola keuangan online shop milikku dong! Agar penghasilannya bisa sesuai dengan yang kuharapkan. Atau bahkan lebih.

Makanya yuk jualan online! Tapi sebelumnya kita cari tahu dulu gimana cara mengelola keuangan untuk online shop. Gimana kalau mulai dari caraku dulu? Nanti, teman-teman boleh menambahkan atau mengoreksinya melalui kolom komentar pada postingan ini.


mudah kelola keuangan online shop bagi pemula


5 Cara Sederhana Kelola Keuangan Online Shop Bagi Pemula

Namanya juga pemula ya. Maka nggak perlu yang terlalu rumit sih. Kita hanya butuh cara sederhana untuk mengelola keuangan online shop yang kita miliki. Agar nggak ada biaya yang terbuang sia-sia untuk kebutuhan toko yang sebenarnya bisa kita hindari. Pada akhirnya tentu labalah yang akan kita cari. Benar nggak?

Terus gimana sih caranya?

1. Pisahkan Uang Pribadi dengan Bisnis

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memisahkan keuangan antara pribadi dengan bisnis yang kita jalani. Jangan membuat kesalahan dengan menggabungkan keduanya. Ini hanya akan membuat cash flow online shop kita jadi berantakan.

Kita bisa menggaji diri kita dengan mengambil sebagian penghasilan dari online shop. Nah, gaji tersebut bisa kita gunakan untuk keperluan pribadi. Sedangkan sebagian besar yang lain bisa kita gunakan untuk mengembangkan bisnis kita.

2. Catat Pemasukan per Hari

Selanjutnya adalah mencatat pemasukan kita hari per hari ke dalam buku catatan khusus bisnis. Dari mana pun sumber pemasukan tersebut.

Misal, ada penjualan produk dari toko online kita. Maka kita bisa mencatatnya sebagai pemasukan. Atau saat kita mendapatkan komisi dari produsen barang-barang yang kita jual. Sumber pemasukan lainnya adalah dana dari investor misalnya.

Catat semuanya dengan detail ya. Mulai dari tanggal, jumlah produk yang terjual, harganya, total penjualan, termasuk berapa komisi maupun dana dari investor yang kita dapatkan dan lain sebagainya.

3. Catat Biaya Tetap

Apa itu biaya tetap? Biaya tetap adalah biaya yang sudah pasti akan kita keluarkan untuk bisnis setiap bulannya atau dalam rentang waktu tertentu. Misalnya biaya untuk internet, upah atau gaji karyawan, hosting juga domain dan lain-lain.

Catatan biaya tetap ini akan membantu kita untuk memperkirakan berapa pengeluaran setiap bulannya. Kita juga bisa mengontrol pengeluaran yang kurang penting untuk bisnis kita.

Meski agak rumit memilah biaya tetap, tapi nggak masalah. Yuk jualan online! Sebagai usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan.


jualan di Lazada
Sumber: www.instagram.com/lazadaclub/


4. Catat Biaya Variabel

Selain mengetahui biaya tetap, kita juga harus mengetahui apa saja biaya variabel untuk bisnis. Biaya variabel adalah biaya yang nggak tetap dan bisa berubah tergantung kondisi dan aktivitas bisnis yang kita jalankan. Apa saja contohnya?

Kita tentu perlu biaya untuk membeli atau memproduksi barang yang akan kita jual. Pulsa untuk telepon, biaya pengiriman barang, uang tips untuk kurir dan lain sebagainya.

Semua biaya tersebut harus kita catat dengan detail. Bahkan ketika nominalnya hanya sejumlah Rp. 1000,-

5. Hitung Laba-Rugi

Begitu kita mendapatkan catatan atas semua pemasukan dan pengeluaran bisnis kita setiap bulannya. Maka kita bisa menghitung berapa laba atau rugi yang mungkin akan kita dapatkan.

Setelah itu, kita akan tahu seberapa prospeknya bisnis atau toko online yang kita jalankan. Kita bisa memutuskan akan meneruskan atau nggak bisnis tersebut.

Teman-teman mungkin punya cara sendiri untuk mudah kelola keuangan online shop untuk pemula. Tapi kita bisa mencari tahu informasi lain sebagai referensi pada situs atau platform lain, seperti yuk jualan online!

Kita bisa mendapatkan banyak insight bagus mengenai jualan online pada platform tersebut. Mulai dari mudah kelola keuangan online shop untuk pemula, tren belanja dan lain sebagainya. Bahkan kita juga bisa mendapatkan informasi mengenai persiapan jualan lewat live streaming lho.

Yuk Jualan Online!


yuk jualan online
sumber: www.instagram.com/lazadaclub/

Yuk Jualan Online adalah termasuk bagian dari How We Sell oleh Lazada. Itu berupa majalah digital multifaset dan multisaluran baru yang memungkinkan para penjual dan merek Lazada menjadi trend centre di seluruh Asia Tenggara.

Siapa pun bisa mengaksesnya, terutama kita yang ingin jualan di Lazada. Jadi, kenapa kita nggak mulai mencoba berjualan online saja?

Mulai dari Marketplace Dulu, Lazada Misalnya

Ketika kita sudah memutuskan untuk berjualan online dan memilih Lazada sebagai media marketplacenya. Maka kita harus menjadi seller di sana terlebih dahulu. Lantas bagaimana caranya menjadi seller?


pilihan seller di Lazada
Pilihan Seller di Lazada


Sebenarnya, jualan di Lazada itu mudah. Ikuti saja cara menjadi seller sebagai berikut:

  1. Kita bisa mengunjungi laman lazada.co.id dan klik tombol menjadi seller.
  2. Akan ada 2 pilihan seller yaitu Lazada dan LazMall. Silahkan pilih salah satu.
  3. Isi data yang diperlukan, seperti KTP dan buku tabungan untuk perorangan serta Izin Usaha, NIB dan Buku Tabungan.
  4. Pastikan kita sudah mengetahui membaca dan mengerti semua ketentuan layanan (penjual), perjanjian jasa logistik dan kebijakan privasi ya. Baru deh submit.

Mudah banget ‘kan jualan di Lazada. Selanjutnya kita hanya perlu kelola keuangan online shop yang kita miliki. Agar keuangannya nggak kacau balau. Semoga bermanfaat.