10 Influencer TikTok Populer di Dunia Food & Culinary

Sahabat Cerita-ku, aku mau jujur nih. Salah satu alasan kenapa aku susah diet tuh salah satunya karena TikTok. Soalnya, aku tuh suka banget nontonin kontennya Influencer TikTok Populer yang bahas dunia food & culinary gitu lho.

Dari yang awalnya cuma mau cari hiburan sebentar. Tapi begitu algoritma sudah tahu aku suka konten makanan, berandaku langsung penuh dengan video yang bikin lapar.

Dan entah kenapa, salah satu yang paling sering kutonton sampai habis itu kontennya Ci alex (@cheekykiddo).

Ada sesuatu yang bikin nagih dari cara dia review makanan. Gayanya fun, ekspresinya jujur, dan rasanya seperti lagi diajak teman sendiri buat nyobain makanan.

Kalian bisa bayangin nggak sih? Malam-malam nonton konten makanan tuh kerasa banget laparnya. Sialnya, aku tuh orangnya yang nggak bisa menahan lapar. Bawaannya, kudu langsung makan kalau lapar.

Influencer TikTok di Dunia Food & Culinary

influencer TikTok populer di dunia food and culinary

Semakin sering aku menonton konten kuliner di TikTok, kayak aku semakin sadar bahwa influencer di dunia food & culinary itu bukan sekadar orang yang makan di depan kamera.

Mereka adalah pembentuk selera. Pembawa tren. Bahkan kadang, tanpa sadar, mereka jadi “penentu” ke mana kita akan makan akhir pekan ini.

Benar nggak apa yang kubilang?

Dulu, kalau ingin cari rekomendasi makanan, aku biasanya tanya teman atau scrolling Google Maps. Sekarang?

Aku cukup buka TikTok, ketik nama makanan, dan dalam hitungan detik muncul deretan video review dengan ekspresi yang meyakinkan.

Dan menariknya, sering kali aku lebih percaya pada ekspresi si kreator daripada rating angka.

Dahlah, biar kurangkumin 10 influencer TikTok populer di dunia food & culinary yang kuambil dari data KOL.ID tanggal 13 Februari 2026 pukul 14.08 WIB.

Data ini nggak saklek ya. Bisa jadi datanya akan berubah kalau kalian mengambil datanya di waktu yang berbeda.

1. INSPIRASIDEBM (@resep_debm)

Kalau biasanya konten kuliner identik dengan kalori tinggi, maka akun ini justru sebaliknya.

INSPIRASIDEBM fokus pada resep rendah karbohidrat ala Diet Enak Bahagia Menyenangkan.

Buatku, kontennya menarik karena membuktikan kalau konten makanan tuh nggak selalu tentang “makan banyak”, tapi juga bisa tentang pilihan yang lebih sehat.

Insight kecil yang bisa kupetik adalah niche yang jelas bikin audiensnya juga jelas.

2. Jessica Effendy (@tamarajessica)

Jessica Effendy
Jessica Effendy (source gambar: YouTube)

Jessica punya vibe yang clean dan estetik. Kontennya rapi, komunikatif, dan sering membahas makanan kekinian.

Yang aku perhatikan, dia tuh nggak cuma mengandalkan makanan sebagai objek di kontennya, tapi aku juga merasakan personal branding yang kuat.

Dengan lebih dari 1 juta followers di Instagram, terlihat sekali bahwa membangun kepercayaan itu butuh konsistensi lintas platform.

3. Nanakoot (@nanakoot)

Kalau bicara soal angka, Nanakoot termasuk yang besar. Sekitar 9,6 juta followers di TikTok. Jelas, itu bukan angka yang kecil.

Setiap kali dia review makanan, aku merasa kayak lagi melihat reaksi yang genuine. Ekspresinya kuat, dan gaya penyampaiannya langsung to the point.

Apa itu bertele-tele demi durasi?

Dari sini aku belajar, kalau karakter itu lebih penting daripada sekadar kualitas video.

Baca juga:

4. ANAK E MAK NUR (@mamnunnn)

Kontennya terasa hangat dan lokal. Nggak berlebihan, nggak terlalu dibuat dramatis. Tapi, justru itulah yang bikin aku nyaman sebagai penonton.

Emang benar sih ya. Kadang kita tuh nggak butuh konten yang terlalu mewah. Cukup sederhana tapi jujurlah yang justru lebih mengena.

5. Bobon Santoso (@bobonsantoso)

Aku merasa Bobon itu beda level. Masaknya besar, dramatis, dan seringnya dibagikan untuk banyak orang.

Ya kali, masak sebanyak itu bisa habis kalau dimakan sendiri. Meskipun, makan bareng sama semua timnya juga nggak bakalan habis keles.

Baru-baru ini, aku baca berita kalau dia mau menjual kanal YouTube-nya. Dengan follower hampir 18 juta subscriber, Bobon memasang harga Rp20 miliar.

Wow. Harga yang fantastis banget sih. Dari sini, aku menyadari kalau dunia konten sudah jadi industri yang sangat serius.

6. Pei (@yekpeipei)

Pei sering banget muncul di FYP-ku dengan ekspresi yang khas. Kadang aku lebih fokus ke reaksinya dibanding makanannya. Apalagi pas dia panggil suaminya dengan julukan KingKong.

Dan ternyata, itu memang kekuatan konten hari ini lho, Sahabat Cerita-ku. Personality sells.

7. Dims The Meat Guy (@dimsthemeatguy)

Dims The Meat Guy
Dims The Meat Guy (source gambar: website: meatguy.id)

Kalau aku lagi ingin konten yang lebih “serius”, biasanya aku berhenti lebih lama di kontennya Dims.

Dia punya positioning berbeda. Spesialis daging. Potongan, teknik masak, sampai detail kecil yang jarang dibahas kreator lain.

Rasanya, aku kayak nonton mini kelas memasak yang tetap ringan. Kalau boleh aku bilang sih kontennya spesifik, tapi kuat gitulah.

8. Sibungbung (@sibungbung)

Kalau aku lagi pingin nonton review yang terasa santai dan nggak terlalu “niat banget”, biasanya aku berhenti di kontennya Sibungbung.

Dengan sekitar 6,1 juta followers di TikTok, namanya sudah cukup besar. Tapi yang menurutku unik bukan hanya angkanya.

Gaya kontennya terasa sederhana. Nggak banyak efek dramatis. Nggak terlalu banyak teori soal rasa. Ekspresinya langsung dan spontan.

Tapi menurutku, justru di situlah kekuatannya.

Di tengah konten kuliner yang makin estetik dan penuh editing, review yang terasa “biasa saja” kadang justru terlihat lebih jujur.

Kayak lagi melihat teman sendiri mencoba makanan, bukan seseorang yang sedang bikin iklan dan sebagainya. Kalian paham ‘kan ya maksudku?

Baca juga:

9. Vinny Laurencia (@kulinersamacici)

Kalau lagi ingin cari referensi tempat makan yang cantik dan Instagramable, aku hampir selalu tertarik berhenti di kontennya Vinny.

Kayak, ada sesuatu yang tenang dari cara dia menyajikan makanan. Visualnya rapi, pencahayaannya lembut, dan setiap tempat yang direkomendasikan tuh rasa-rasanya memang sudah pilihan dengan berbagai pertimbangan gitu lho. Bukan sekadar ikut-ikutan viral.

Kadang aku merasa, menonton kontennya itu kayak lagi diajak melihat daftar tempat makan versi teman yang seleranya bisa kupercaya. Asyik deh.

Percayalah! Di era TikTok seperti sekarang, visual memang bukan sekadar pelengkap.

Ia jadi pintu pertama yang membuat kita berhenti scroll. Tapi yang bikin orang tetap menonton sampai akhir adalah rasa percaya pada si kreator. Iya nggak?

Menurutku, Vinny punya kombinasi itu.

10. alex (@cheekykiddo)

Michele Alex
Michele Alex a.k.a Rose-nya Indonesia (source gambar: instagram/@michelealex)

Sebenarnya, aku agak gimana gitu ya. Masa iya sih, influencer TikTok populer favoritku, khususnya di dunia food & culinary ada di urutan ke-10?

Tapi, wajarlah ya. Wong nggak berdasarkan versiku.

Anyway, aku suka cara Ci Alex review makanan dengan gaya yang playful dan enerjik.

Bagiku pribadi, kontennya tuh nggak terkesan menggurui, nggak terlalu dramatis. Rasanya kayak dia benar-benar menikmati makanannya.

Kadang aku sadar, aku bukan cuma menonton makanannya. Aku juga menonton orangnya. Mirip benar dah sama mbak Rose Black Pink.

Sisi Lain dari Influencer TikTok Food & Culinary yang Perlu Dipikirkan

Sebagai penonton, aku mulai sadar bahwa nggak semua konten kuliner aman untuk kutiru.

Contohnya, ada kasus influencer asal Filipina, Emma Amit, yang dikabarkan meninggal dunia setelah mengonsumsi kepiting beracun (devil crab).

Terlepas dari apakah demi konten atau bukan, berita itu cukup membuatku berhenti sejenak.

Rasanya sering banget lho, demi views dan viralitas, orang bisa terdorong untuk mencoba hal-hal ekstrem.

Makan dalam porsi yang nggak wajar. Mencoba bahan makanan yang belum jelas keamanannya. Atau melakukan challenge yang sebenarnya berisiko bagi tubuh.

Padahal, konten kuliner seharusnya tentang berbagi pengalaman dan kebahagiaan. Bukannya mempertaruhkan kesehatan.

Kalau kupikir-pikir lagi, menjadi kreator itu memang butuh kreativitas. Tapi menurutku, ada beberapa hal yang tetap nggak boleh dikompromikan, antara lain:

  • Pastikan makanan yang kalian konsumsi dalam konten sudah aman dan layak makan.
  • Jangan mencoba bahan atau hewan yang berpotensi beracun tanpa pengetahuan yang benar-benar valid! Tuh kayak kasus makan devil crab.
  • Perhatikan batas kemampuan tubuh kalian sendiri, khususnya kalau lagi bikin konten mukbang atau makan pedas ekstrem.

Intinya, jangan sampai, hanya demi engagement, kalian malah mengabaikan keselamatan diri ya!

Sebagai penonton, aku tentu menikmati konten yang seru. Tapi sebagai manusia, aku jauh lebih menghargai kreator yang bertanggung jawab.

Karena pada akhirnya, viral itu sementara. Kesehatan itu jangka panjang.

Siapa Influencer TikTok Populer di Dunia Food & Culinary Pilihan Kalian?

Kalau ada yang bertanya tentang siapa yang paling populer, mungkin jawabannya bisa kalian lihat dari angka followers.

Ada yang jutaan, bahkan puluhan juta. Ada yang kontennya selalu FYP. Dan ada juga yang setiap upload konten langsung ramai sama komentar netizen.

Tapi kalau ditanya siapa yang jadi pilihan? Jawabannya bisa berbeda untuk setiap orang.

Buatku pribadi, aku tetap punya tempat khusus untuk Ci alex. Bukan hanya karena makanannya terlihat enak, tapi karena caranya menikmati makanan terasa tulus dan menyenangkan. Rasanya seperti ikut duduk di meja yang sama atau semacamnya.

Tapi mungkin buat kalian, pilihannya adalah Nanakoot dengan ekspresinya yang khas. Atau Bobon Santoso dengan aksi masak besarnya. Atau mungkin justru kreator yang lebih kecil tapi terasa lebih dekat.

Dan di situlah menariknya dunia food & culinary di TikTok. Popularitas memang bisa diukur dengan angka. Tapi soal pilihan biasanya ditentukan oleh rasa percaya dan koneksi.

Pada akhirnya, influencer kuliner bukan hanya soal siapa yang paling viral. Tapi siapa yang paling bisa membuat kita merasa pingin nyobain makanan yang mereka review atau masak.

Sekarang aku penasaran, siapa sih influencer TikTok populer di dunia food & culinary pilihan kalian?

Baca juga:

Posting Komentar

0 Komentar