4 Alasan Mengikuti Kajian Islam - Bunda Failah

4 Alasan Mengikuti Kajian Islam - Beberapa waktu lalu, salah satu teman di media social mengajak untuk membuat satu forum daring. Dimana tujuan forum tersebut adalah untuk mengadakan kajian daring (dalam jaringan) setiap minggu secara rutin.

Alasan Mengikuti Kajian Online
Sumber:https://www.freepik.com/premium-vector/arabian-student-online-class-study-home-with-teacher-video-call_10217010.htm


Yah, semacam jalan keluar untuk media pembelajaran daring dalam menuntut ilmu agama. ‘Kan kita harus menghindari berkerumun di masa sekarang. Jadi, seperti sekolah jarak jauh, maka kajian pun bisa menggunakan metode jarak jauh. Mungkin begitu yang terpikirkan oleh temanku.

Saat itu, aku hanya mencoba ikut-ikutan saja. Toh, belajar ini. Aku nggak akan merasa rugi meluangkan waktu untuk mengikuti kajian ‘kan.

Tapi siapa mengira jika pada pertemuan pertama secara daring tanggal 12 November 2020 lalu. Kita langsung membahas mengenai 4 alasan mengapa penting bagi kita untuk mengikuti kajian. Dan aku mengerti bahwa apa yang kulakukan memang sudah benar. Mari belajar, Gaes!!! Hehehe

4 Alasan Mengapa Penting Mengikuti Kajian

Pada dasarnya, kita harus memaksakan diri untuk berbuat kebaikan. Dimana setiap agama pasti mengajarkan hal itu, seperti membantu teman, mengikuti kajian dan lain sebagainya.

Selain itu, kajian adalah salah satu cara kita belajar. Dan bukankah kita sudah mengetahui bahwa belajar harus terus dilakukan. Seperti kata pepatah:

“Belajarlah mulai dalam buaian hingga liat lahat”

Tu ‘kan, kita baru bisa berhenti belajar setelah raga telah tertimbun tanah.

Malam itu, Mbak Yuliana yang akrab disapa bunda Failah menyampaikan 4 alasan mengikuti kajian. Diantaranya:

1. Perintah Rasulullah SAW

Pada masanya, Rasulullah SAW dan para sahabat mengadakan kajian setiap selesai sholat berjamaah. Kita bisa membayangkan bagaimana para idola kita itu bekerja keras dalam berdakwah. Hingga kita bisa menyecap manisnya Islam saat ini.

Lalu, apakah hal itu bisa menjadi motivasi mengikuti kajian Islam bagi kita?

Seharusnya iya. Apalagi ada hadits yang mengatakan bahwa:

“Barang siapa yang keluar mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah SWT hingga ia pulang.”

Turmudzilah yang meriwayatkan hadits tersebut. Dimana menurut Bunda Failah, jika kita meninggal dalam perjalanan menuntut ilmu, maka kita akan tergolong syahid.

2. Semakin cinta pada dunia

Kita nggak bisa memungkiri lagi bahwa hidup terasa kurang tanpa media sosial. Pada masa sekarang, setiap orang memiliki seenggak-nggaknya satu akun di media social. Baik itu facebook, instagram dan lain sebagainya.

Kita bisa membagikan apa pun di sana. Mulai dari setiap kegiatan kita, bahan pembelajaran hidup bahkan berghibah. Nggak sedikit yang mulai mencondongkan diri pada dunia. Dan mulai melupakan urusan akhirat.

Hal apa sih yang nggak ada di jagad maya saat ini? Hampir semua ada. Baru-baru ini bahkan ramai membicarakan masalah salah satu artis yang tersandung masalah asusila. Duh, ketimbang membicarakan masalah orang lain, apa nggak sebaiknya kita belajar saja.

Mengikuti kajian baik secara daring mau pun luring bisa menjadi salah satu hal yang mampu mengembalikan kita pada jalan yang benar. Ceileh, apa banget ya bahasaku. Hehehe…

3. Umat Islam mulai terpecah-pecah dan berkelompok-kelompok

Bunda Failah mengingatkan bahwa umat muslim sudah mulai terpecah-belah dan berkelompok-kelompok. Kalau sudah demikian, bukan nggak mungkin akan ada perseteruan antar kelompok. Dan melupakan siapa musuh yang nyata, pluralism misalnya.

Nah, ketika kita mengikuti kajian, rasanya nggak ada lagi kelompok-kelompok itu. Kita bersatu dalam mempelajari apa yang disajikan oleh ustadz dan ustadzah.

4. Teman akan saling mengingatkan ketika iman seorang naik-turun

Nggak ada yang bisa menjamin bahwa iman manusia akan selamanya berada pada titik terbaik. Pun apakah kita selalu berada dalam keterpurukan. Semua akan mengalami dimana iman terasa naik dan turun.

Maka, ketika kita berada dalam majelis ilmu akan ada teman-teman yang saling mengingatkan. Kita akan saling memotivasi untuk terus memperbaiki ibadah.

Kesimpulan

Jadi, mengikuti kajian itu termasuk proses belajar. Dan itu menjadi sebuah kewajiban. Ibaratnya kita adalah segerombolan domba. Dimana, musuh domba adalah seekor serigala.

Saat kita membayangkan, seekor domba bertemu dengan seekor serigala. Maka, sang serigala akan terlihat sangat menakutkan. Bahkan, bisa jadi binatang itu akan memangsa sang domba.

Tapi, ketika segerombolan domba bertemu dengan seekor serigala. Apa yang akan terjadi? Si serigala tentu saja akan menciut nyalinya. Benar kan?



Post a comment

0 Comments