Sekelumit Tips Mengelola Toko Kelontong Biar Cuan Mengalir Terus

Setahun belakangan ini, bapakku menyewa sebuah toko. Beliau ingin membuka usaha dengan menjual sembako dan memintaku untuk mencari tips mengelola toko kelontong biar cuan mengalir terus.

Awal membuka toko ini memang bukan hal yang mudah. Bahkan kami harus mencari toko ke beberapa tempat yang kami anggap cukup strategis.

Lalu, mencari distributor untuk menjadi pemasok barang yang akan kami jual di toko kelontong kecil-kecilan tersebut. Meskipun akhirnya, ada banyak sales produk yang menghampiri untuk sekedar menawarkan barang.

Toko Kelontong Saniro Family

Tips Mengelola Toko Kelontong

Toko kelontong adalah jenis toko ritel yang umumnya kecil dan menyediakan berbagai macam produk sehari-hari. Contoh di Toko Saniro Family yang kukelola menyediakan sembako, produk kebersihan, berbagai bumbu masak, makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Memang sih tokoku tuh skalanya kecil. Tapi, bukan berarti aku bisa sembarangan mengelolanya ‘kan?

Bahkan aku memanfaatkan aplikasi kasir android untuk memudahkan dalam memantau stok produk dan arus kas toko lho.

Meski nggak bisa dibandingkan dengan supermarket. Seenggaknya kebutuhan kami tercukupi. Plus masih bisa menabung untuk dana darurat dan tujuan finansial jangka panjang.

Related Post:

Tips Mengelola Toko Kelontong

Ini dia sekelumit kisahku dalam mengelola Toko Saniro Family. Kalian bisa mengatakan ini sebagai tips atau cara mengelola toko sembako biar cuannya mengalir terus.

1. Menjalin Hubungan Baik dengan Para Distributor

Salah satu kunci agar tokoku bisa mengalirkan cuan terus-terusan adalah permainan harga. Kalau kata bapakku, “ambil untung sewajarnya saja. Yang penting usahanya lancar.”

Demi mendapatkan harga kulakan yang murah tentu aku harus bekerja sama dengan pihak grosir atau sales.

Maklum ya! Pemilik toko kelontong di sekitar sini bukan hanya kami. Meski harus bersaing harga, jangan sampai deh menjual produk di bawah harga kulakan.

Bukannya cuan yang ada nanti malah rugi bandar. Hehehe….

Menariknya, beberapa grosir memberikan keuntungan tambahan. Kayak ada bonus menjelang lebaran dan lain sebagainya. Bahkan lebaran tahun kemarin bapakku mendapatkan sarung dari salah satu distributor.

Lagian kalau kulakan di tempat grosir ‘kan dapatnya harga lebih murah. Lebih-lebih kalau kita langsung ambil dari salesnya. Jadi, harga setiap produk di tokoku masih bisa bersainglah dengan toko lainnya.

2. Pastikan Nggak Kekurangan Stok Produk

Seiring berjalannya waktu, kita tentu punya data tentang produk apa saja yang cepat habis. Misalnya, kalau di tokoku adalah produk kebersihan, kopi, telur dan beberapa kebutuhan harian lainnya.

Biar cuan dari toko mengalir terus, kita harus memastikan tokonya nggak kekurangan stok produk. Khususnya produk-produk yang memang cepat habis.

Lagian, toko kelontong tuh biasanya hubungan dengan pelanggannya tuh lebih dekat. Dengan memastikan stok produk selalu tersedia, maka kita bisa meminimalisir rasa kecewa pelanggan.

Akan lebih baik kalau kita menggunakan aplikasi stok barang untuk toko kelontong. Biar lebih mudah memantau stok.

3. Variasi Produk

Toko Kelontong Kecil-kecilan

Toko kelontong nggak mungkin hanya menjual satu produk saja ‘kan? Begitu juga toko yang kukelola.

Ada beragam produk yang tersedia, mulai dari sembako, produk kebersihan, jajanan, minuman kemasan, rokok dan lain-lain. Bahkan beberapa waktu lalu, aku sudah berkolaborasi dengan distributor es krim dengan merk Joyday.

Bentuk kolaborasinya, mereka akan meminjamkan kulkas es krim. Lalu kita akan menjual es krim dari mereka.

Intinya, semakin bervariasi produk yang kita sediakan di toko, maka akan semakin banyak peluang cuan terus mengalir ke tokoku. Benar nggak?

Related Post:

4. Atur Keluar Masuk Barang

Sejak awal membuka toko, aku sudah menggunakan sistem barang yang pertama masuk adalah barang yang akan keluar lebih dulu. Kalau nggak salah kita bisa menyebutnya dengan sistem FIFO.

Misalnya, pada tanggal 1 Desember 2023, tokoku kedatangan sales air minum kemasan dari perusahaan lokal. Lalu tanggal 15 Desember 2023, mereka datang lagi. Tapi, produk yang datang sebelumnya belum habis.

Maka, aku akan mengatur agar produk yang datang lebih dulu bisa terjual habis lebih dulu. Sebelum menjual produk yang baru datang.

Dengan sistem ini, aku bisa menghindari kerugian akibat produk yang habis masa kadaluarsanya.

5. Pisahkan Rekening Usaha

Bagian ini, kayaknya hampir semua tips sukses berbisnis menyebutkannya. Memisahkan rekening usaha dengan pribadi. Biar keuangan bisnis nggak terpakai untuk kepentingan pribadi meski nggak sengaja.

Daripada pakai uang toko, mending kita menggaji diri sendiri deh. Lalu, pakai uang gaji itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Benar nggak?

6. Buat Laporan Arus Kas dengan Baik

Nggak yang harus sempurna sesuai dengan laporan keuangan perusahaan-perusahaan gedhe sih. Kita bisa buat laporan arus kas yang sederhana. Yang jelas, kita harus memastikan bahwa semua jenis keuangan tertulis dengan baik dan rapi.

Kayak dana ke luar untuk beli stok barang, gaji karyawan, bayar listrik dan lain-lain. Terus, hasil penjualan barang. Biar arus kasnya nggak berantakan.

7. Perhitungan HPP dengan Cermat

HPP atau harga pokok penjualan adalah total pengeluaran untuk memproduksi atau mendapatkan barang dan jasa yang akan kita jual ke konsumen.

Biasanya sih, saat kita membeli stok barang untuk toko kelontong ke sales, kita hanya akan membayar harga barang. Kita nggak pusing sama biaya transportasi dan kuli angkut lagi.

Paling ada biaya retur (kalau memang ada kesepakatan begitu), gaji karyawan, biaya listrik dan sewa toko.

Kita harus menghitung biaya HPP dengan cermat agar bisa menentukan harga jual yang berpotensi mendatangkan laba.

Kebetulan sales Toko Saniro Family tuh nggak memberlakukan adanya pengembalian barang. Jadi, perhitungan HPP-nya adalah:

Harga pembelian + Persediaan awal – Persediaan akhir

Semisal ada kesepakatan tentang pengembalian barang, maka kita perlu memperhitungkannya di harga pembelian. Nilai retur dan potongan pembelian bisa menjadi pengurang harga pembelian.

8. Lakukan Promosi

Apapun bisnisnya, promosi tuh tetap harus kita lakukan. Kalau toko kelontong mungkin kita bisa memberlakukan pembelian bundling, potongan harga dan lain-lain.

9. Manfaatkan Aplikasi Kasir Android

Biar lebih mudah dalam penghitungan HPP, monitoring penjualan dan stok barang. Kita bisa manfaatkan aplikasir kasir android lho.

Nggak perlu bikin catatan manual lagi soal laporan penjualan. Kita juga bisa cek stok secara realtime kapan saja.

Mau tahu nggak rekomendasi aplikasi kasir toko kelontong android yang bisa kita pakai?

Aplikasi Kasir iReap POS

Aplikasi Kasir Android

Kita bisa menggunakan aplikasi POS (Point of Sale) untuk mendukung operasional toko kelontong yang kita kelola. Nggak perlu harus menyiapkan perangkat komputer kok. Kita bisa mengoperasikannya di android.

Salah satu aplikasi kasir android yang bisa kita gunakan adalah iReap POS. Buat versi Pro-nya, kita bisa menjalankannya secara offline di mana semua database yang ada di perangkat akan tersinkronisasi secara otomatis saat kita online.

iREAP adalah singkatan dari Integrated Retail Application. Suatu aplikasi yang memang dikembangkan untuk membantu kita dalam mengatur dan menjalankan operasional toko.

iReap terdiri dari Point Of Sale atau sistem kasir dan sistem yang mengelola barang. Toko kelontong kecil-kecilan kayak Saniro Family mah bisa pakai aplikasi ini.

Aku bisa mencatat setiap transaksi yang terjadi di toko kelontong milikku, baik penjualan atau pembelian barang. Urusan stok barang pun bisa termonitor dengan cepat. iReap tuh fleksibel sesuai dengan kebutuhan kita.

Karena memang nggak hanya toko kelontong saja yang bisa memakai aplikasi kasir android iReap. Kalau Teman-teman punya usaha lain, kayak salon, café, butik dan lain-lain pun bisa lho pakai iReap.

Terus, apakah ada biaya langganannya? Bisa nggak kalau kita pakai secara gratis terlebih dahulu?

Perbedaan iReap Lite dan Pro

Buat yang mau memulai usaha dan membutuhkan aplikasi kasir android yang simple penggunaannya. Maka iReap memang pilihan. Fasilitasnya lengkap dan berpengalaman.

Menariknya, kita bisa menggunakannya dengan tanpa biaya langganan juga lho. Ada dua pilihan fitur yang bisa kita nikmati, yaitu iReap POS Lite dan iReap POS Pro.

Meski begitu, ada perbedaan di antara keduanya. Bagi usaha mikro mungkin akan cukup dengan iReap POS Lite. Tapi, usaha kecil dan menengah, sebaiknya menggunakan iReap POS Pro.

1. Biaya Langganan

Selain aplikasinya, perbedaan utama adalah terkait biaya langganan. iReap POS Lite bisa kita gunakan tanpa biaya langganan. Meski gratis, kita tetap bisa menggunakannya tanpa batasan master data, transaksi dan tanpa iklan.

Sementara iReap POS Pro memiliki biaya langganan sebesar Rp99.000/bulan. Dengan segala kemudahan yang kita dapatkan, biaya segini tuh murah lho.

2. Fitur atau Layanan

Layanan yang akan didapatkan oleh iReap POS Pro antara lain:

  • Kasir / Point of Sale (POS)
  • Loyalty Program
  • Stok / Inventory
  • Harga Pokok Penjualan (HPP)
  • Transfer Barang Antar Toko
  • Resep / Produk Set / Sales Bill Of Material
  • Piutang & Penerimaan Pembayaran
  • Biaya-Biaya Toko
  • Absensi Karyawan

Sedangkan iReap POS Lite hanya mendapatkan tiga layanan saja, yaitu kasir, stok atau inventory dan HPP saja.

3. User

Perbedaan Lite dan Pro selanjutnya adalah terkait user. Bagi iReap POS Pro ada akses web dashboard report (user administration) sedangkan Lite nggak punya.

Dalam artian, kita bisa input database produk di device dan web admin untuk versi Pro. Sedangkan versi Lite hanya bisa input produk di device saja.

Kalau punya toko cabang, kita nggak bisa pakai versi Lite ya! Versi ini tuh hanya untuk satu toko saja. Sementara versi Pro bisa kita gunakan untuk beberapa toko.

Coba lihat di swalayan gedhe! Mereka punya beberapa kasir. Seandainya menggunakan iReap POS, mereka pasti menggunakan yang versi Pro. Karena versi Lite hanya untuk satu kasir saja.

Sehingga, dalam kategori user, pengguna versi Lite hanya bisa satu user saja yaitu pemilik toko. Beda cerita sama versi Pro. Ada beberapa user yang bisa menggunakan. Katakanlah, toko kita punya admin, supervisor, kasir dan management.

4. Laporan dan Konektivitas

Terakhir adalah masalah laporan dan konektivitas. Versi Pro tentu memiliki kemudahan dalam hal integrasi laporan. Di mana laporan transaksi bisa tersedia di device dan web.

Kita juga bisa mengexport ke dalam bentuk excel dan pdf. Laporan konsolidasi toko pun bisa kita lakukan dengan mudah.

Sedangkan versi Lite nggak bisa begitu. Laporan hanya tersedia di device dan nggak bisa export ke file excel.

Terkait konektivitas, iReap POS Pro memiliki penyimpanan database di device dan cloud. Koneksinya bisa kita lakukan secara online dan offline. Ada master data yang bisa terdistribusi secara otomatis di semua toko.

Sedangkan iReap POS Lite harus puas dengan penyimpanan database di device saja.

Kesimpulan

Mengelola toko kelontong nggak bisa kita lakukan secara sembarangan bila ingin cuan mengalir terus. Kita butuh tips mengelola toko kelontong dengan baik.

Salah satunya dengan menggunakan aplikasi kasir android. Di mana kita bisa memonitor transaksi dan inventory secara realtime agar transaksi lancar dan nggak terhambat dengan kehabisan stok barang.

Yuk pakai aplikasi iReap POS saja! Buat yang cuma punya satu toko saja, mungkin bisa coba versi Lite dulu! Tapi kalau yang ingin lebih mudah bisa langsung pilih versi Pro. Download saja aplikasinya melalui Playstore atau Appstore.

Semoga bermanfaat.

Related Post:
Yuni Bint Saniro

Blogger wanita yang menyukai dunia menulis sejak SMA. Saat ini masih pemula. Tapi tidak masalah. Kelak ada masanya menjadi profesional. Semangat.

24 Komentar

Terima kasih atas kunjungannya, jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda.

  1. Adikku punya toko kelontong dan kayaknya dia belom tahu tentang aplikasi Kasir iReap POS ini. Aku baca, banyak banget fiturnya ya apalagi kalau udah yang pro. Bisa diatur adminnya apakah owner ataukah pegawai yang tentu saja punya kapasitas wewenang yang berbeda.

    Oh ya, untuk punya usaha salah satu poin penting lagi menurutku kepastian dan kekonsisten jam buka dan tutup. Sebagai pedagang aku sendiri masih butuh latihan soal ini. Kadang masih nggak konsisten >.<

    BalasHapus
  2. mengelola toko kelontong tuh terlihat sepele tapi gak boleh dianggap remeh, hrs mulai punya manajemen yg rapi sejak dini sih, salah satunya pakai aplikasi kasir untuk warung kelontong gini ya

    BalasHapus
  3. Mbak, tahu enggak sih salah satu impianku tuh punya toko kelontong sendiri. Aku dulu pernah nyoba jualan dan bikin wadah kasir sendiri dari kardus gitu. Terus waktu dulu sempet jualan bumbu dan buku, aku juga punya catatan sendiri di buku. Kalau sekarang kayaknya jadi mudah banget ya karena ada aplikasi Kasir iReap POS ini. Memudahkan banget untuk masalah pencatatan.

    BalasHapus
  4. Setuju dengan tipsnya kak, Untuk melebarkan bisnis kita memang harus bekerjasama dengan banyak produsen selain tahu persaingan harga juga banyak rewardnya

    BalasHapus
  5. Justru saya salut lho, meski toko kelontong kecil-kecilan tapi sudah bisa memanfaatkan aplikasi kasir android untuk memudahkan dalam memantau stok produk dan arus kas toko. Saya yakin kedepannya toko Mbak akan lebih maju
    Syukur-syukur terus berkembang sehingga jadi selengkap supermarket.
    Semangat selalu ya

    BalasHapus
  6. Wah sekarang ternyata ada aplikasi yang mampu bikin kita makin rapi masalah keuangan ya. Cocok banget ini buat wirausaha dan freelancer juga. Keren pokoknya iReap apps ini!

    BalasHapus
  7. Solutif banget ya iReap POS
    karena salah satu kelemahan UMKM adalah gak adanya pencatatan transaksi yang valid
    Dengah penggunaan iReap POS, semua transaksi tercatat sehingga pemilik UMKM bisa menyusun rencana UMKM jangka pendek dan jangka panjang

    BalasHapus
  8. Dulu sewaktu saya SMP/SMA, ibu punya toko peracangan dekat rumah.... Kita berempat gantian jaga warung. Alhamdulillah bisa nambah uang jajan. Dulu belum ada aplikasi macam iReap, semua dilakukan manual secara gotong royong. Jadi pingin punya warung nih... Biar bisa berlangganan iReap

    BalasHapus
  9. walau toko kelontong, dikelolanya bisa beberapa orang, khususnya buat saling mengingatkan ketika ada produk yang sudah mau habis, serta ceki-ceki juga tanggal kadaluarsanya

    BalasHapus
  10. Wah sekarang makin canggih aja sistem perkasiran, kayaknya cocok nih diterapin ke Toko Kelontong yang sedang digodog oleh keluarga buat kesibukan Bapak-Ibu pasca purna tugas. Lumayan kan di rumah aja tapi cuan tetep ngalir. Makasih ilmu mengelola Toko Kelontongnya Mbak

    BalasHapus
  11. Sekarang mengelola toko kelontong jadi lebih rapi dan terkontrol. Apalagi dengan adanya aplikasi seperti iReap POS yang fiturnya banyak membsri manfaat. Mulai dari input databased stok sampai ke laporan keuangan bisa.

    Beda dengan zaman dulu. Keluarga kami mengalami bagaimana ribetnya mengelola toko tanpa aplikasi.

    BalasHapus
  12. Apapun jenis usahanya dan skala dari usaha tersebut, wajib ditangani secara professional ya Mbak. Membiasakan diri membuat manajemen yang mapan malah seharusnya dimulai saat usaha itu masih dalam skala mikro. Jadi jika saatnya harus berkembang lebih luas dan besar, kita sudah siap dengan sistem manajemen yang mumpuni, konsisten, dan dengan teknik operasional yang sudah tertata rapi.

    BalasHapus
  13. Kenalan ada yang punya toko kelontong, sepertinya belum tau tentang aplikasi Kasir iReap POS ini, padahal isi toko kelontongnya sudah mendekati mini market. Boleh banget nih direkomendasikan agar dia lebih mudah mengelola tokonya.

    Sepakat dengan tips mengelola di atas, secara sebagai konsumen kalau gak ada stok barang yg mau dibeli itu, belanja berikutnya pasti mikir2 dulu untuk balik ke toko yang sama.

    BalasHapus
  14. 99Ribu perbulan bisa dibilang murah untuk sebuah sistem yang pada akhirnya mempermudah kita dalam bekerja ya.
    Grosir cocok nih ya pakai aplikasi ini, nih
    Ada pula abensi karyawan
    keren deh

    BalasHapus
  15. Baca ini jadi ingat pelajaran SMEA, ada fifo, retur, stok barang. Kepake deh ilmu kalau dulunya sekolah SMEA. Boleh juga tuh cara promosinya dengan bundling barang jadi cepat laku di toko kelontong

    BalasHapus
  16. Toko kelontong biasa dan minimarket sama-sama punya pasar tersendiri. Itu pengamatanku :)) Deket rumah (dalam jarak kurang dari 200 meter saja) ada 4 minimarket, beberapa toko kelontong, dan beberapa warung kecil. Hebatnya, semua rame!

    Kalau pengelolaan stok dan keuangannya bener, insya Allah bertahan lama dan makin maju. Untuk urusan itu, untung banget ya ada iReap.

    BalasHapus
  17. Tulisan yang sangat menarik, mbak. Toko kelontong adalah salah satu jenis usaha yang ingin kulakukan di masa depan. Kehadirannya dibutuhkan di mana pun meskipun sudah banyak minimarket modern bertebaran.

    Eh tokomu sudah lumayan lho mbak, pengunjung bisa masuk ke dalam dan memilih barangnya sendiri, bukan yang apa-apa harus bilang sama pemilik toko di depan wkwk.

    Makin banyak aplikasi POS untuk UMKM ya, sudah ada beberapa brand lain yang kutahu tapi Kasir iReap POS ini baru dengar. Kayaknya praktis banget, tinggal install di smartphone. Makasih udah sharing, mbak.

    BalasHapus
  18. Mamahku juga buka usaha toko kelontong nih tapi memang buat sampingan saja. Lumayan nih bisa aku kasih tau ada aplikasi kasir IReap POS biar lebih memudahkan. Soalnya kadang suka bingung harga kalau aku lagi layanain XD

    BalasHapus
  19. Aku juga pingin punya usaha toko kelontong, karena terinspirasi dari menonton variety show "Unexpected Business". Rasanya pasti gak mudah mengelola modal dan terus memutarnya untuk maju dan berkembang.

    Kalau kesulitan, kini ada Aplikasi Kasir Android iReap POS. Wah, ini juara banget yaa..
    Mudah digunakan dan data serta ouputnya terlihat jelas bagi penggunanya.

    BalasHapus
  20. Di sini ada toko kecil di depan masjid, beneran kecil tapi isinya rame berbagai jajanan bocah, mie, minuman instan, roti, kayanya seru aja liatnya, dan harganya juga murah murah. Jadi kepikiran seperti bapak tadi bilang, ambil untung sewajarnya asal tetus laris, mungkin konsep warung kecil ini juga gitu ya, makanya jalan terus gak pernah sepi. Entah deh dia pakai iRep POS apa enggak, sepertinya bagus juga pakai aplikasi ini karena seperti pembukuan juga ya

    BalasHapus
  21. Aplikasi yang sangat memudahkan yah, jadi keuangan pun menjadi terurus dan terkonsep. SAya sebenernya lebih seneng jajan di mart lokal seperti ini, dibanding mini market yang sudah menjamur.

    BalasHapus
  22. Berawal dari mengelola toko ritel kecil, semoga bisa makin besar dan sukses ya mbak. Yang kecil pun kalau dikelola dengan baik, pasti pencatatan stock maupun keuangan bakal rapi

    BalasHapus
  23. Toko kelontong di dekat rumah biasany mengambil barang dari sales, apa ngga lebih murah kalau kulakan di toko grosir ya?
    Tapi enaknya kalau kulakan di sales, ga perlu tutup toko buat kulakan agar stok barang tersedia terus

    BalasHapus
  24. wah keren ini aplikasi untuk toko kelontongnya. Cocok buat usaha kelontong yang masih terbatas modalnya tp bisa tetap punya aplikasi POS

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama

Artikel Terbaru di Yuni Bint Saniro