Mengenal Apa Itu Rating dalam Investasi Obligasi

Obligasi menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat. Ada istilah-istilah tertentu dalam dunia investasi jenis ini yang mungkin masih awam bagi kebanyakan orang, salah satunya adalah rating. Apa itu rating?

Bila kita adalah seorang yang baru bermain di bidang ini maka wajib sekali untuk mengetahui istilah rating. Alasannya pun sangat simpel, yakni biar nggak ketinggalan informasi tentang bidang ini.

Pengertian Rating dalam Investasi Obligasi


apa itu rating dalam obligasi
kalkulator investasi (sumber: https://pixabay.com/id/photos/kalkulator-perhitungan-pertanggungan-385506/)


Melihat dari pengertiannya, rating ini merupakan kata dari bahasa inggris yang berarti nilai. Rating ini dilakukan oleh perusahaan yang melakukan pemeringkatan. Semakin besar nilainya maka semakin bagus obligasi tersebut.

Rating juga menjadi cara penilaian yang sudah sesuai standar terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan pada saat membayar utang-utangnya. Dengan kata lain, adanya standarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dilihat kemudian dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain. Kalau sudah begitu kita dapat membedakan siapakah yang mempunyai kemampuan lebih baik dan siapa yang kurang.

Perusahaan pemeringkat adalah pihak yang mengeluarkan rating, dan untuk jadi perusahaan pemeringkat ini wajib mendapatkan izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan pemeringkat yang mendapat izin bahkan menjadi market leader dalam pemberian rating adalah PT Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia).

Adapun tugas dari perusahaan pemeringkat yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah adalah memeringkat perusahaan yang hanya beroperasi di dalam negara Indonesia saja. Sedangkan rating terhadap kemampuan membayar hutang dari suatu negara hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang sudah mendapatkan pengakuan internasional.

Dilansir dari laman Bareksa.com, dulu ada 3 perusahaan pemeringkat besar yakni Standard & Poor, Moody’s Investor Service, dan Fitch Ratings. Tetapi seiring berjalannya waktu sekarang sudah ada banyak bermunculan perusahaan pemeringkat yang ratingnya juga diakui selain 3 pemain besar di atas.

Bila kita melihat di website resmi Bank Indonesia. Selain 3 nama perusahaan pemeringkat besar di atas masih ada 2 perusahaan pemeringkat yang diakui oleh dunia, yakni JCRA (Japan Credit Rating Agency) dan Rating & Information Service Inc.

Bacaan Menarik Lainnya:

Inilah Beberapa Jenis Rating Investasi Obligasi


mengenal rating dalam obligasi
Koin investasi (Sumber: https://pixabay.com/id/photos/koin-mata-uang-investasi-948603/)


Praktiknya, investasi obligasi memiliki seenggaknya dua jenis rating yang sesuai dengan perusahaan pemeringkat. Berikut dua jenis rating pemeringkatan dari yang tertinggi hingga yang paling rendah.

Investment Grade

Rating ini memiliki arti bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan dalam melunasi hutangnya cukup baik. Hal ini bisa menjadi pilihan bagi kita jika ingin berinvestasi.

  • AAA bisa juga disebut Aaa adalah peringkat yang paling tinggi
  • AA+, AA-, AA, terkadang disebut Aa1, Aa2, Aa3
  • A+, A-, A, ataupun A1, A2, A3
  • BBB+, BBB-, BBB, atau Baa1, Baa2, Baa3, merupakan penilaian yang cukup rendah pada grade ini

Non Investment Grade

Berbeda dengan jenis yang satunya, rating ini cenderung memiliki kemampuan dalam pelunasan hutang yang nggak cukup baik. Sehingga banyak yang kemudian meragukan perusahaan tersebut.

  • BB+, BB-, BB, bisa juga Ba1, Ba2, Ba3
  • B+, B-, B, atau B1,B2, B3
  • CCC+, CCC-, CCC, atau Caa1, Caa2, Caa3
  • CC+, CC-, CC, atau Ca1, Ca2, Ca3
  • C+, C-, C, atau C1, C2, C3, ini adalah penilaian yang paling rendah
Bacaan Menarik Lainnya:

Pengaruh Rating bagi Investor

Rating tersebut tentu sangat berpengaruh bagi investor. Pengaruh tersebut tentu harus memberikan keuntungan bagi para investor.

Sedikitnya ada dua pengaruh rating terhadap Investor yang ingin menginvestasikan uangnya terhadap instrumen yang diinginkan. Berikut daftar yang bisa kita pertimbangkan.

1. Memberikan Tolak Ukur Return yang Diterima oleh Investor

Investor menginvestasikan uangnya nggak lain untuk mendapatkan imbal hasil yang baik. Semakin baik dan besar, maka akan semakin memberikan keuntungan bagi investor tersebut.

Rating yang tinggi, memberikan kemungkinan untuk mendapatkan return yang biasanya tinggi. Sehingga rating dan return saling berbanding lurus.

Sehingga banyak Investor yang lebih tertarik untuk menginvestasikan dananya kepada perusahaan yang memiliki penilaian yang tinggi dan baik.

2. Meyakinkan Kemampuan Perusahaan dalam Membayar Hutang

Kemampuan perusahaan yang baik dalam membayar hutang akan semakin meyakinkan investor untuk mau mendanai.

Hal ini tentu saja berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan tersebut, sehingga bukan nggak mungkin hal ini akan menjadi dampak positif dalam banyak hal.

Selain itu, imbal hasil yang diterima mungkin saja akan lebih besar. Hal ini tentu saja semakin memberikan investor keuntungan. Sehingga, akan semakin memberikan rasa percaya investor kepada perusahaan tersebut.

Pada dasarnya, berinvestasi pada instrumen ini bisa membantu negara atau perusahaan dalam membayar hutang. Selain mendapat imbal hasil, investor juga bisa membantu perusahaan tersebut.

Jika sudah mengetahui beberapa hal tentang obligasi, kita nggak perlu lagi ragu untuk melakukan investasi pada instrumen ini. Hal utama yang harus kita perhatikan adalah rating dan integritas perusahaan tersebut.

Keuntungan Pakai Aplikasi Digibank by DBS untuk Obligasi

Bila kita berminat untuk mencoba investasi obligasi, maka ada satu aplikasi yang bisa kita manfaatkan, yakni Aplikasi digibank by DBS. Salah satu aplikasi investasi kekinian yang banyak dipakai oleh banyak kalangan. Mulai dari kalangan mahasiswa sampai dengan kalangan profesional yang melirik keuntungan investasi ini.

Selain mengerti dengan pengertian obligasi seperti yang sudah dijabarkan di atas. Ternyata ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan hanya dari Aplikasi digibank by DBS, seperti:

  • Instrumen obligasi bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp1 juta dan $1000 US dollar.
  • Jenis produk obligasi sangat lengkap serta tersedia pada pasar perdana dan sekunder
  • Satu aplikasi untuk semua transaksi

Bila melihat potensi keuntungan yang ditawarkan, tentu saja bisa jadi pilihan yang tepat bagi investor muda. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pengertian obligasi dan fitur investasi lainnya dari Aplikasi digibank by DBS.

Bacaan Menarik Lainnya:
Yuni Bint Saniro

Blogger wanita yang menyukai dunia menulis sejak SMA. Saat ini masih pemula. Tapi tidak masalah. Kelak ada masanya menjadi profesional. Semangat.

Terima kasih atas kunjungannya, jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Artikel Terbaru di Yuni Bint Saniro