Aplikasi Siap Kerja QuBisa Saja untuk Menyiapkan Kompetisi Dunia Kerja

Yunibintsaniro.com – Tantangan kuliah bukanlah menyelesaikan penelitian dengan baik. Atau sekedar lulus cepat dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setara cumlaude. Sama sekali bukan itu.

Tapi, tantangan sebenarnya adalah setelah toga tersemat dan gelar sudah berhasil disandang. Kita akan berbaur pada masyarakat luas. Kemudian bersiap diri memasuki dunia kerja. Dunia yang sama sekali berbeda dengan bangku perkuliahan.

Lantas pertanyaannya yaitu seberapa siapkah kita?

Persaingan Masuk Dunia Kerja yang Semakin Ketat

Masalahnya adalah semakin tahun persaingan dunia kerja bukannya semakin mudah. Kemajuan teknologi membuatnya semakin ketat saja. Mengapa?

Banyak hal yang bisa dialihkan dengan kerja mesin. Kebutuhan akan tenaga manusia semakin sedikit. Jika kita hanya berpangku tangan tanpa meningkatkan kemampuan, maka selesai sudah. Kita akan tergilas oleh perkembangan jaman.

Bahkan pada akhir tahun 2012 saja, aku harus bersaing dengan banyaknya pelamar kerja. Membuatku seolah sulit sekali menemukan pekerjaan idaman. Nggak terhitung berapa banyak surat lamaran yang telah kulayangkan. Hasilnya beberapa perusahaan menghubungi untuk melakukan interview. Selebihnya, entah apa kabar?

Saat ini tentu akan semakin sulit. Belum lagi, masalah pandemi yang membuat banyak perusahaan memangkas pengeluaran hingga berimbas pada pemutusan hubungan kerja. Jelas akan membuat persaingan memasuki dunia kerja semakin berat.


Persaingan Memasuki Dunia Kerja
Sumber pict: website pixabay, pixabay.com


Persiapan Sebelum Masuk Dunia Kerja

Permasalahan-permasalah itu bukannya nggak bisa diselesaikan. Kita selalu bisa mengusahakan berbagai cara untuk mendapatkan sesuatu. Termasuk pekerjaan idaman yang harapannya membuat hidup kita nyaman. Apa itu?

Kita harus melakukan persiapan sebelum masuk dunia kerja. Hal ini nggak hanya terkait urusan ilmu yang telah diperoleh saat perkuliahan (hard skill). Tapi banyak persiapan lain, soft skill misalnya.

Komunikasi, fleksibilitas, kepemimpinan, motivasi, kesabaran, kerja tim, manajemen waktu dan lain-lain. Rumitnya, soft skill ini sulit diukur. Namun, bukan berarti nggak bisa dikembangkan. Kita bisa memanfaatkan aplikasi belajar online, seperti QuBisa untuk meningkatkan kemampuan tersebut.

Selain hard dan soft skill, kita membutuhkan persiapan lainnya lho.


Persiapan Sebelum Masuk Dunia Kerja


#1 Cari Tahu Apa Peluang Kita

Teringat saat baru lulus kuliah beberapa waktu lalu, aku asal saja menyebarkan Curriculum Vitae (CV). Nggak perduli apa pun perusahaannya, bidang pekerjaannya dan lain-lain. Pokoknya aku membuat salinan CV sebanyak mungkin.

Pada akhirnya aku nggak mendapatkan pekerjaan dari usaha tersebut. Ya iyalah. Wong perusahaan membutuhkan kemampuan apa eh aku punya kemampuan yang berbeda. Hasilnya pun zonk.

Kemudian, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit melakukan recruitment di kampusku. Mereka membutuhkan staff pembibitan, staff kebun, staff akuntansi dan staff RND.

Saat itu, aku membaca peluang untukku sebagai staff pembibitan. Meski penempatannya nanti di pedalaman Kalimantan, aku nggak masalah dan mendaftarkan diri.

Walaupun harus melalui proses seleksi yang panjang akhirnya aku mendapatkan posisi itu. See! Inilah mengapa kita harus jeli mencari peluang kerja berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Tingkat keberhasilan kita mengantongi pekerjaan bukan lagi sekedar mimpi.

Lagipula, seiring berkembangnya teknologi pasti akan ada peluang kerja baru yang membutuhkan keahlian baru. Kalau kitanya nggak siap dengan meningkatkan kemampuan atau berusaha mencari tahu cara meningkatkan personal branding, kita bisa dieliminasi oleh perusahaan. Mereka pasti lebih memilih calon tenaga kerja yang mempunyai keahlian yang sesuai dong.

#2 Gaji Bukan Segalanya, Tapi Perlu Penyesuaian juga

Ingat ya, Teman-teman! Kita sudah bekerja keras. Jangan sampai perusahaan nggak menghargai usaha kita.

Sehingga, mengetahui standart gaji untuk posisi dan bidang usaha yang kita kerjakan itu perlu. Dulu, mungkin kita hanya bisa bertanya pada teman-teman saja untuk mengetahui tingkat kelayakan gaji kita.

Sekarang kita bisa mengeceknya dengan mudah, praktis, cepat dan lebih akurat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs cek gaji Indonesia yang ada.

Hal terpenting yaitu perusahaan membutuhkan kita. Lalu seberapa besar penilaian mereka atas kontribusi yang sudah kita berikan? Jadi, kita perlu mencari pekerjaan dengan gaji yang sesuai kemampuan dan keahlian yang kita miliki ya!

#3 Upskilling dan Reskilling Kemampuan Diri

Kadang-kadang sesuatu terjadi. Membuat apa yang sudah kita rencanakan menjadi kacau dan nggak terkendali. Misalnya saja, pandemi ini. Aku harus berpisah dari pekerjaan yang nyaman sekali. Mencari pekerjaan lain dan memulai karir dari awal lagi? Nggak semudah membalikkan telapak tanganlah, Baby.

Aku teringat beberapa temanku yang sama-sama kuliah di jurusan Agronomi. Mereka berkarir pada bidang yang berbeda dengan apa yang mereka pelajari saat kuliah. Ada yang bekerja di bank, guru, lembaga pemasyarakatan dan lain-lain.

Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan upskilling dan reskilling kemampuan diri. Agar kita bisa terus beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan dan bisa bersaing bersama para pekerja baru yang mungkin lebih fresh meski mereka belum berpengalaman.

“Aku ‘kan kerja. Nggak ada waktulah buat ikut-ikut kursus pengembangan diri.” Atau

“Lagi pandemi begini ‘kan susah keluar rumah.”

Don’t worry! Selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan. Nggak masalah lho kalau pun kita nggak bisa menghadirkan raga untuk meningkatkan dan mengembangkan skill dan kemampuan.

Ada kursus online gratis yang bisa diikuti. Hanya dengan memanfaatkan ponsel atau pun laptop. Salah satu contohnya, kita bisa mengunduh QuBisa dong.


Aplikasi Siap Kerja
Kursus Online Gratis di QuBisa


QuBisa, si Aplikasi Siap Kerja

QuBisa merupakan aplikasi siap kerja yang lebih fokus untuk mempersiapkan lulusan baru dan profesional muda agar lebih kompeten. Bukan hanya pada bidang yang mereka kuasai tapi bidang lain yang mungkin dibutuhkan terutama dalam masa Masyarakat Ekonomi Asean seperti saat ini.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, QuBisa mengerti sekali dengan mengajak Pusat Karir yang ada di berbagai perguruan tinggi. Mereka akan mempersiapkan mahasiswa yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja bersama-sama melalui QuBisa Goes to Campus.

Sehingga, para freshgraduate makin siap menghadapi dunia kerja. Ada banyak sekali materi belajar kilat dan webinar yang dipersiapkan untuk hal ini, diantaranya:

  1. Siap kerja di era disrupsi dengan mental yang kuat.
  2. Cara sukses menghadapi HRD di sesi interview.
  3. Belajar adaptasi di dunia kerja.
  4. Karir mulus jalur kampus dan masih banyak lagi yang lainnya.

Belajar Gak Ribet Tingkatkan Kemampuan Diri


Kursus Online Gratis Qubisa


Aku mengerti sekali bahwa kita mungkin sudah cukup lelah dengan beragam materi saat perkuliahan. Begitu lulus, masa kudu belajar lagi untuk meningkatkan kemampuan diri demi menghadapi dunia kerja. Apa nggak berasa pecah kepalanya?

Tapi mengikuti kursus online gratis untuk setiap materi belajar kilat di QuBisa nggak begitu dong. Kita bisa bebas memilih materi yang ingin kita pelajari, terutama berkaitan dengan softskill.

Selain itu, QuBisa juga bisa membantu kita untuk belajar mengembangkan diri, personal branding, upskilling dan reskilling serta masih banyak lagi. Semua itu bisa bermanfaat sebagai persiapan kita memasuki dunia kerja lho.

Menurutku, kursus di QuBisa itu mempunyai cara belajar efektif. Kenapa?

  1. Materinya terdiri dari video-video singkat tapi lengkap dan mudah dipahami. Apalagi bagiku yang mudah bosan jika disuguhi materi yang berdurasi lama. Hal ini membuat kita nggak menyadari telah menyelesaikan seluruh materi dan masih tetap have a fun serta bersemangat.
  2. Ada webinar yang materinya lebih terstruktur dan mendetail. Hal ini membuat pemahaman kita semakin baik.
  3. Ada sertifikat yang bisa memberi nilai tambah untuk pricetag kita.

Cara Menggunakan Aplikasi Siap Kerja QuBisa

Siapa sih yang nggak tergoda jika bisa meningkatkan kemampuan diri tapi belajarnya nggak ribet? Jelas banyak orang yang ingin mencobanya dong. Termasuk diriku dan Teman-teman 'kan?

Nah, biar lebih mudahnya coba baca ceritaku bagaimana cara menggunakan aplikasi siap kerja milik QuBisa ini sebagai berikut:

  1. Download aplikasinya melalui playstore atau appstore yang linknya sudah kusediakan pada artikel ini.
  2. Tanpa mendaftar pun sebenarnya Teman-teman sudah bisa menjelajah semua kelas, termasuk kelas siap kerja. Tapi, akan lebih baik kalau kita memiliki akun karena bisa sekalian mengumpulkan poin-poin.
  3. Temukan tombol masuk di pojok kanan atas saat kita membuka aplikasinya. Lalu, pilih daftar ketika kita belum punya akun.
  4. Isikan semua data pada formulir pendaftaran. Kemudian klik daftar setelah memastikan bahwa semua data yang terisi sudah benar.
  5. Cari email yang berisi link untuk verifikasi akun. Jika kita nggak menemukannya pada email masuk maka kemungkinan berada pada spam.
  6. Setelah proses verifikasi selesai, maka kita bisa memulai proses log in dan memanfaatkan semua kelas untuk meningkatkan kemampuan kita.

Salah Satu Materi QuBisa untuk Bekal Mengikuti Kompetisi Dunia Kerja: Berkali-kali Gagal Interview, Apa sih Penyebabnya?

Ini sebenarnya adalah salah satu materi QuBisa: Goes to Campus yang menjadi salah satu bekal siap kerja. Tapi, mengikuti belajar kilat ini membuatku flashback beberapa tahun lalu saat aku baru lulus kuliah. Ketika sedang sibuk mencari pekerjaan.

Well, sudah bisa ditebak ‘kan? Interview yang kulalui nggak berjalan lancar. Kenapa bisa begitu? Baru kali ini aku merasakan dan menyadarinya. Ya dari materi ini.

Nah, buat para freshgraduate, kalian kudu banget menyimak materi ini agar interview bisa terlalui dengan baik. Lalu, pekerjaan idaman bisa kita raih. Jadi, apa sih penyebab kita mungkin gagal dalam wawancara kerja?


Meningkatkan Kemampuan


#1 Nggak Siap

Waktu itu, aku sepertinya memang belum siap. Setelah menyebar CV secara brutal ya sudah. Aku berpikir tugasku selesai. Giliran perusahaan yang memilih siapa yang akan menjadi staffnya. Kalau rejekiku ya aku bersyukur berarti aku yang akan menerima panggilan interview dan menjadi bagian dari mereka. Kalau nggak ya tinggal usaha mencari yang lain.

Padahal, Ibu Nelly Mathias membeberkan bahwa ada beberapa persiapan sebelum mengikuti wawancara kerja, diantaranya:

  1. Mengantongi informasi mengenai perusahaan dan posisi yang kita inginkan.
  2. Tujuan karir harus jelas. Nggak boleh abu-abu. Apalagi sampai nggak punya.
  3. Kita harus memiliki personal branding.

Saat wawancara, kita pasti akan diminta untuk mendeskripsikan diri kita. Ini bukan semata-mata tentang latar belakang keluarga kita ya. Kita harus tegas menjelaskan bagaimana diri kita, apa kemampuan yang kita miliki dan lain sebagainya.

Jadi, pastikan kita sudah memahami dengan benar cara meningkatkan personal branding sebelum berangkat interview. Sehingga, saat mendapat perintah untuk mendeskripsikan diri, kita bisa menjelaskan dengan tepat dan tegas. Belajarnya bisa melalui aplikasi siap kerja QuBisa juga dong.

Jangan sepertiku yang hanya berangkat tanpa persiapan! Panggilan wawancara sudah ada. Seharusnya pekerjaan impian sudah di depan mata. Tapi, ambyar hanya karena aku yang nggak siap. Semua jadi sia-sia.

#2 Bersikap Negatif

Aku nggak ingat apakah aku pernah menunjukkan sikap negatif. Seharusnya sih nggak ya. Karena menurut ibu Nelly sikap negative adalah sebagai berikut:

  1. Membicarakan kenggakbaikan orang lain. Jelas, aku masih freshgraduate makanya belum punya orang lain untuk kujadikan kambing hitam.
  2. Nggak menampakkan keinginan belajar.
  3. Menjawab pertanyaan dengan singkat.
  4. Sok tahu.

Barangkali aku sempat menjawab dengan singkat. Padahal, tim rekrutmen ‘kan ingin mengenal kita lebih dalam lagi. Harusnya aku menjawab dengan penjelasan terkait pertanyaan mereka. Sehingga, mereka bisa menilai kesungguhanku untuk pekerjaan yang kuinginkan.

Kalau kita menjawab dengan singkat ya wassalam. Mereka akan ilfeel duluan. Apalagi kalau kita sampai sok tahu. Duh, habis sudah riwayat kita dalam wawancara itu. Hehehe….

#3 Nggak Antusias

Kalau aku sih bukan nggak antusias ya. Sudah antusias banget rasanya. Tapi, ini hanya satu dari sekian banyak penilaian. Jadi, mungkin keantusiasanku terkalahkan. Hehehe….

Buat teman-teman yang akan memasuki dunia kerja, maka urusan ini bukan hal yang sepele ya. Semua yang ada pada diri kita harus menunjukkan rasa antusias yang tinggi agar wawancaranya berjalan lancar.

Salah satu contohnya adalah tepat waktu. Tim rekrutmen akan berpikir ribuan kali untuk menerima kita, jika saat interview saja kita datang terlambat.

Selanjutnya adalah bahasa tubuh dan mimik wajah. Aku emang orangnya cuek banget. Jadi, aku merasa biasa saja. Datar gitu. Sayangnya, banyak orang lebih menyukai mimik wajah bersahabat. Wajah yang lebih banyak senyum, termasuk para rekrutmen.

Bahkan, Ibu Nelly meminta audience untuk belajar tersenyum lho. Gimana nggak asyik materi video ini? Berasa live hingga nggak kerasa aku ikutan melengkungkan bibir untuk belajar tersenyum. Iya emang se-enjoy itu materinya.

#4 Nggak Jujur

Penyebab gagal dalam wawancara kerja selanjutnya adalah kita yang nggak jujur. Kata Ibu Nelly Mathias, nggak masalah lho kalau kita jujur dalam beberapa hal tentang kemampuan kita. Yah, ungkapkan saja batas kemampuan kita sampai dimana lalu sampaikan juga bahwa mungkin kita bisa belajar lagi ketika bekerja sama mereka. Atau semacam itulah.

Nggak perlu kita merasa bisa melakukan segalanya. Karena kadang-kadang, orang lain akan merasa sangsi dengan kemampuan yang terlalu bagus. Apalagi kita masih freshgraduate. Meskipun bisa jadi kemungkinan itu ada. Tapi, ya orang nggak akan sebegitu mudahnya percaya. Iya ‘kan?

#5 Kita Nggak Sesuai Kriteria

Pada akhirnya, semua bergantung pada kebutuhan perusahaan. Anggaplah kita telah melakukan banyak hal sejak awal. Menghindari semua penyebab gagal wawancara serta ber-attitude baik. Dan tetap nggak mendapatkan pekerjaan tersebut. Ya nggak masalah.

Mari berpikir positif bahwa mungkin kita nggak sesuai kriteria mereka. Atau kita nggak cocok dengan type pekerjaan tersebut. Maka, kita harus mencoba type pekerjaan lain.

Sambil lalu, kita terus menggali potensi kita. Belajar gak ribet mengenai cara meningkatkan personal branding yang baik. Sehingga begitu ada panggilan wawancara yang lain kita sudah lebih siap dari sebelumnya.

Andai aku mengenal QuBisa sejak awal, tentu aku bisa melalui wawancara kerjaku dengan baik. Tapi, ya sudahlah. Materi yang sangat bagus ini akan kuterapkan saat nanti ada panggilan interview.

Kalau teman-teman merasa penasaran bagaimana detail materi ini, bisa mencari materi “Berkali-kali gagal dalam interview? Ini Dia Penyebabnya” atau langsung download saja aplikasi QuBisa melalui link berikut ini:


Siap Berkompetisi di Dunia Kerja atau QuBisa


info lomba blog qubisa


Persaingan dalam memasuki dunia kerja boleh saja terasa berat. Meski begitu, kita selalu bisa menyiapkan agar lebih mudah menghadapinya.

Salah satu contohnya adalah kita bisa memanfaatkan aplikasi belajar online QuBisa. Ada program Goes to Campus yang bertujuan menyiapkan para freshgraduate dalam memasuki dunia kerja.

Ada beragam materi yang bisa dipelajari dengan cara belajar efektif dan mudah dipahami. Video-video pembelajarannya pun singkat dan tepat sasaran. Sehingga, kita nggak cepat merasa bosan. Selanjutnya, Kita pun siap berkompetisi di dunia kerja.

Sebelum itu, boleh dong kalau kita mengikuti kompetisi blog yang sedang berlangsung. Caranya nggak sulit kok. Kita hanya perlu membagikan pengalaman saat belajar bareng aplikasi belajar online QuBisa.

Hadiah yang tersedia totalnya sepuluh juta rupiah lho. Wow, sudahlah belajar gak ribet, cara belajar efektif, bisa belajar meningkatkan kemampuan dan personal branding. Eh, mengadakan lomba yang hadiahnya banyak banget lagi. Kurang apa coba?

Jadi, yuk tulis pengalaman kita mengikuti kursus online gratis atau pun berbayar melalui QuBisa. Lalu daftarkan diri. Siapa tahu kita yang menang nanti. Kalau aku bisa kamu bisa.